Pada 16 Februari 2026, Fanny Soegi merilis single terbarunya Nan berjudul “Jogja Lantai Dua”. Lagu ini pelan-lahan pas baik perhatian pas berlimpah orang dan telah diputar extra dari 1,8 juta kali di Spotify.
“Jogja Lantai Dua” terinspirasi dari pengalaman personal Fanny ketika menghabiskan Masa di Yogyakarta. Namun, alih-alih meraih latar kawasan Terkenal di inti kota, ia Malah menginstruksikan romansa ke sisi lain Nan jarang tersorot. wilayah selatan Yogyakarta, berdua kontur Nan extra menjulang, suasana Nan tenteram, dan lanskap Nan Tetap terjaga, sebagai titik mula narasi lagu ini.
Gambaran perbukitan kapur, lorong melebar Nan membelah ladang, hingga garis pantai berdua ombak Akbar dan laguna Nan belum pas berlimpah tersentuh, sebagai elemen visual Primer. Rangkaian lanskap ini Tak hanya berfungsi sebagai latar, tetapi juga membentuk suasana Nan mengalir sepanjang lagu. Di kembali nuansa Nan terdengar enteng, terdapat pesan Nan Jernih mengenai pentingnya merawat alam, bukan hanya menikmati keindahannya.
Lagu ini ditulis oleh Dimec Tirta dan diproduseri langsung oleh Fanny Soegi. internal prosesnya, Fanny juga menyertakan Heruwa dari band Shaggydog sebagai kolaborator.
Kehadiran Heruwa memberikan Rona vokal Nan kontras sekaligus melengkapi Watak lagu. Ia menyanyikan bagian lirik “sang jelita di pelupuk sandikala, Pemandangan di bukit telah menanti kita”, Nan kemudian disambut oleh Fanny berdua bagian “digoda hembusan, kita dirayu ombak, digoda hembusan kita dirayu gelap”. Interaksi vokal ini menciptakan perbicangan Nan terasa alami, sekaligus menguatkan nuansa puitis internal lagu.
Sebagai bentuk Seremoni atas pencapaian streaming Nan telah melampaui Esa juta pendengar, Fanny Soegi menyiapkan Pagelaran Spesifik Nan extra tidak terpencil berdua audiens. Seiring DoggyHouse Records, ia akan menggelar acara bertajuk “Intimate Showcase: Jogja Lantai Dua Seiring Fanny Soegi featuring Heruwa”. Acara ini disiapkan terjadi pada 25 April 2026 di Milli By Shaggydog.
Konsep Nan dihadirkan Tak hanya berfokus pada penampilan musik. Sejak sore masa, Fanny berencana mengajak para penggemar ciptakan membuntuti kegiatan fun riding berdua sepeda motor menyusuri pas berlimpah orang titik di Yogyakarta.
Perjalanan Rileks ini dirancang agar penggemar meraih merasakan langsung suasana kota, terutama ketika senja mulai anjlok. Aktivitas ini diharapkan meraih memberikan pengalaman Nan extra personal dan memasuki ruang interaksi Nan extra tidak terpencil antara musisi dan pendengar.
Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut berdua sesi menemukan penggemar sebelum konser dimulai. internal sesi ini, Fanny Soegi akan berkomunikasi langsung berdua para penonton, menciptakan ruang perbicangan Nan extra intim. Setelah itu, Pagelaran musik digelar berdua format Nan extra simple dan tetap Konsentrasi pada kualitas performa. Fanny akan tampil Seiring tim musisi Nan ia bawa dari Semarang, membawakan sejumlah lagu ciptaannya.
tidak presisi Esa saat Nan paling dinantikan internal acara ini Ialah penampilan kolaborasi langsung antara Fanny Soegi dan Heruwa. ciptakan pertama kalinya, keduanya akan membawakan “Jogja Lantai Dua” secara live di atas panggung, menyuguhkan interpretasi Nan berbeda dibanding edisi rekaman.
Penyelenggara menghadirkan dua kategori tiket berdua jumlah terbatas. Tiket spesial ditawarkan seharga Rp200.000 per orang dan mencakup memasuki fun riding, kaus acara, sesi menemukan penggemar, serta konser. bundel ini hanya disediakan ciptakan 30 orang. lagian tiket reguler dijual seharga Rp100.000 per orang berdua kuota 200 penonton, Nan hanya memberikan memasuki ke konser.


bantuan Gigsplay berdua Saweria