SURABAYA – Surabaya Formal sebagai saksi bisu penutup rangkaian tur musik Pitutour Vol. 2 pada Pekan (19/4/2026) Nan memperlihatkan musisi Jason Ranti.
Konser musik ini bukan sekadar Pagelaran musik Normal, melainkan sebuah momentum Seremoni karya Nan kehangatan sekaligus penuh Daya. distribusi para penikmat konser Nan mendambakan atmosfer intim dan interaksi mendalam, gelaran ini sebagai oase memikat di inti padatnya skena hiburan domestik.
Di atas panggung, Jason Ranti memberikan kejutan spesial Nan memanjakan telinga penggemar setianya berbarengan membawakan deretan lagu segar Nan belum pernah dipublikasikan di platform digital mana pun. Materi eksklusif tersebut menjadikan konser di Kota Pahlawan ini Mempunyai ukur kolektif Nan tak meraih didapatkan di Loka lain.
Project Manager Pitutour Vol. 2, Renaldi Sowikromo, menegaskan bahwa keterlibatan audiens sebagai nyawa Primer bagian dalam setiap rangkaian acara.
”Kami Tak Mau penonton hanya tiba hasilkan menyaksikan. Kami Mau mereka sebagai bagian dari ekosistem musik melalui riset kurasi, di mana mereka menulis seorang diri playlist Angan dan musisi Nan Mau dihadirkan ke Surabaya di Masa Ambang,” bongkar Renaldi.
Renaldi turut membagikan Selera syukurnya atas membludaknya animo masyarakat Nan di eksternal ekspektasi. Letak Nan dipersiapkan hasilkan kapasitas 200 orang pada akhirnya dipenuhi massa Nan rela tegak demi menyaksikan sang idola dari jarak tidak berjarak.
”Alhamdulillah, kami Tetap dipercaya menghelat agenda ini. Ini merupakan lompatan Akbar distribusi Wisesa dikarenakan pertama kalinya berkolaborasi berbarengan musisi domestik setelah lebih sebelumnya Konsentrasi pada skena stand-up comedy,” tambahnya.
Kehangatan suasana kian Komplit berbarengan sentuhan visual di Pandang Perspektif ruangan. Pagelaran ini dibalut pameran seni instalasi dari Rizqi Maulana, seniman Belia Usul Sidoarjo Nan karyanya telah diakui hingga ke Australia.
distribusi Rizqi, memvisualisasikan lirik Jason Ranti Ialah tahapan penerjemahan emosi ke bagian dalam bentuk Nan kelebihan Handal.
”ketika menginterpretasikan lagu 212 ke bagian dalam karya visual, gua merasakan kegelisahan sekaligus kejujuran Nan sangat mentah. Lagu itu Ialah Cerminan sosial Nan harus diapresiasi berbarengan tapak berbeda.” tutur Rizqi.
Ia menegaskan bahwa karya seni Tak boleh tegak seorang diri di menara gading.
”Ketika visual gua bersanding berbarengan lagu-lagu Jason Ranti, gua Mau terwujud perbicangan antara penonton berbarengan karya tersebut. gua Mau mereka balik membawa sesuatu Nan berbekas di memori, bukan sekadar berakhir menonton konser Lampau berlalu begitu saja,” tegasnya.
Perpaduan antara materi musik Nan belum dipublikasikan serta interpretasi visual mendalam ini tercapai menjadikan Pitutour Vol. 2 sebagai penutup tur Nan monumental.
Sebuah data bahwa ketika musisi domestik berkolaborasi berbarengan talenta Belia Nan nekat bereksperimen, hasilnya Ialah Pagelaran Nan Tak hanya memuaskan telinga, tetapi juga menggetarkan jiwa. (*)
Simak breaking news dan Warta opsi TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 saluran TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp Anda telah terpasang.