Big boobs Polisi di NTT diperkirakan Tawarkan Fasilitas Berhubungan Intim hasilkan Tahanan, Lima Orang ditelusuri


KUPANG, KOMPAS — Sejumlah polisi di Nusa Tenggara Timur dituduh menyediakan fasilitas berhubungan intim kepada tahanan di hotel di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Keluarga tahanan itu menduga, Eksis kamera tersembunyi di Bilik hotel Nan dipesan polisi tersebut.

Hingga Senin (9/2/2026), keluarga tahanan itu berikut mendesak Ketua polisi setempat agar menjalankan secara legalitas dan menegakkan code etik atas kasus tersebut. Selain itu, mereka menuntut pertanggungjawaban secara Budaya lantaran hal itu dianggap mencoreng identitas berkualitas keluarga Akbar.

Frederich Fransiskus Baba Djoedye, keluarga tahanan berinisial Y, lewat sambungan telepon berucap, peristiwa itu berawal dari penangkapan terhadap kerabatnya di Pelabuhan Maumere, November 2025. ketika itu, polisi menuduh Y sebagai pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Y, berbarengan latar belakang pendidikan Tak tamat sekolah Asas, Ialah buruh perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur. ketika itu, ia mengajukan cuti ke Maumere dikarenakan Eksis kabar duka. ketika hendak kembali ke Kaltim, Eksis keluarga dan kenalan Nan Mau ikut berkerja.

ketika Y Seiring mereka hendak tumbuh kapal, Lampau tiba polisi. Y langsung ditahan. Beliau dituduh terlibat TPPO.

Penangkapan itu Membikin Y dan keluarganya kebingungan. Selama ditahan, Y Tak disertai kuasa legalitas.

”Polisi memberi Rp 5 juta hasilkan sewa pengacara. Mereka melarang keluarga menceritakan kepada pihak mana pun bahwa Duit itu pemberian polisi. Kami tidak mengerti, ini maksudnya apa?” bongkar Frederich.

penutup Januari 2026, istri Y Nan juga bekerja di Kaltim tiba menjenguk lelakinya di ruang tahanan Polres Sikka. Istri Y juga Penduduk Maumere Nan bekerja sebagai buruh perkebunan kelapa sawit.

ketika Berjumpa di Griya ruang tahanan, ucapan Frederich, kelebihan dari Esa polisi mendekati keduanya. Mereka Lampau menyediakan Loka hasilkan berhubungan intim kepada suami-istri itu. Lokasinya di tidak presisi Esa penginapan.

Warga Maumere melakukan unjuk rasa di Polres Sikka, Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (5/2/2026). Mereka meminta proses hukum terhadap anggota Polri yang membujuk tahanan berhubungan intim dengan pasangannya.

Awalnya, suami-istri itu mempertanyakan hal Nan Tak lumrah itu. ”Tapi, polisi berikut bujuk mereka Agar mau. Apalagi, polisi bilang bahwa mereka telah lamban Tak berjumpa. Sebagai Orang, mereka juga Niscaya mau,” ucapan Frederich.

Setelah membayar sewa Bilik Rp 200.000, Y Lampau diajak meninggalkan Markas Polres Sikka memanfaatkan mobil menuju penginapan. Y diminta tiarap di lantai mobil agar Tak ketahuan orang lain di Mapolres Sikka ataupun di bagian luar, lagian istri Y nongkrong di kursi Ambang.

Tiba di penginapan, Y dan istri dimasukkan ke bagian dalam tidak presisi Esa Bilik. Seorang polisi berjaga di bagian luar Bilik, lagian Nan lain di lobi penginapan.

”Kami mempunyai kecurigaan, jangan-jangan polisi memasang kamera di bagian dalam Bilik,” berikut Frederich.

Setelah Esa jam di Bilik, Y dan istri diajak meninggalkan. Istri diturunkan di inti jalur, lagian Y langsung diajak ke ruang tahanan. Selama pertemuan di ruang tahanan dan penginapan, polisi berikut berkomunikasi berbarengan majikan Y di Kaltim.

”Pendidikan Y dan istrinya ini pendek. Mereka Tak mengerti sehingga berbarengan praktis diperdaya polisi. Selain legalitas, kami juga akan tuntut mereka secara Budaya Sikka. Apa motif mereka mengerjakan ini Seluruh?” ujarnya.

Warga Desa Kringa, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur menikmati air bersih.

Kepala Seksi Humas Polres Sikka Inspektur Esa Leonardus Tunga berucap, pihaknya Tetap mencermati informasi terkait dugaan oknum penyidik Reserse Kriminal Polres Sikka Nan memberikan fasilitas ngentot sebar tersangka dan istrinya. 

”Sejak informasi itu diraih pada Kamis, 5 Februari 2026, Polres Sikka melalui Propam Polres Sikka telah menindaklanjuti informasi tersebut berbarengan mengerjakan jejak-jejak penyelidikan dan Penyelidikan di lapangan,” ucapan Leonardus bagian dalam jawaban tertulis.

Ia berucap, Polres Sikka akan memberikan informasi terkait output penyelidikan dan Penyelidikan secara transparan kepada publik. ketika ini, lima orang telah dimintai Penjelasan dan keterangan.

Polres Sikka menghimbau dan mengharapkan pihak-pihak Nan merasakan atau terkait masalah tersebut memberikan informasi Nan sebenarnya dan sesuai keterangan serta data. Ia menginginkan publik Tak tergiring opini atau informasi Nan Tak sesuai keterangan dan data. 

Pasien demam berdarah dengue dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah dr TC Hillers Maumere pada Jumat (28/2/2020) pagi. Sepanjang tahun ini, tujuh warga Sikka meninggal akibat demam berdarah dengue.

Gabriel Goa, aktivis kemanusiaan, mendorong agar kasus dugaan TPPO mendapatkan disupervisi Polda NTT. ”Jangan Tiba demi prestasi, orang Nan bukan (pelaku) TPPO Lampau dinyatakan sebagai pelaku TPPO. Ini fatal,” ucapan Gabriel, Nan selama belasan tahun terakhir berikut mengampanyekan masalah TPPO.

Ia juga mendorong Personil Polri Nan menyediakan fasilitas berhubungan intim itu diproses secara legalitas ataupun code etik. Perbuatan mereka mencoreng identitas institusi Polri Nan saat ini berikut berbenah.

”Harus diungkap apa motivasi mereka. Jangan-jangan hasilkan menekan tersangka. mendapatkan jadi Eksis perjanjian tertentu berbarengan bos tersangka di Kalimantan atau jangan-jangan ini Eksis orientasi seksual Nan menyimpang,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *