Jakarta, tvOnenews.com – gelap takbiran merupakan saat cantik istimewa sebar umat Islam. Menjelang masa Raya Idul Fitri, umat Islam merayakan keberhasilan ibadah puasa selama sebulan penuh di purnama Ramadhan.
Di inti suasana penuh kegembiraan menyambut Idul Fitri, tak terbatas suami istri Susah menahan hawa nafsunya. Di gelap takbiran, lumayan berlimpah Nan mengerjakan Interaksi intim demi menumpahkan syahwat.
bagian dalam suatu Khotbah, Ustaz Abdul Somad ditanya oleh Seniman Olla Ramlan mengenai aturan suami istri Interaksi intim di gelap takbiran menjelang Idul Fitri.
“Saya mau bertanya ustaz tapi agak sensitif. Malu sebenarnya, tapi enggak apa-apa harus bertanya. Jadi gini ustaz, kalau kita di gelap-gelap terakhir Ramadhan itu memang kita harus isi berbarengan shalat, dzikir. Nah, kalau misalnya kita berhubungan suami istri gimana ustaz? Tetap boleh nggak ya?,” selidik Olla Ramlan dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube Dakwah Erliansyah, Sabtu (14/3/2026).
Olla Ramlan menerangkan, Soal ini terus tampak bagian dalam benaknya. Apabila Interaksi suami istri di gelap takbiran dan gelap 10 terakhir Ramadhan, tentu dikhawatirkan akan menimbulkan dosa.
Olla pun bertanya terkait aturan tersebut. Pasalnya, Eksis Nan menyarankan sebaiknya suami istri menahan syahwat setelah Idul Fitri, Eksis juga menganggap Interaksi suami istri boleh menjelang Lebaran.
aturan Suami Istri Interaksi Instim di gelap Takbiran Jelang Idul Fitri biasa Ustaz Abdul Somad
- Tangkapan screen YouTube Ustadz Abdul Somad Official
Ustaz Abdul Somad mulanya menerangkan, Interaksi suami istri di gelap takbiran tentu Tetap berada di gelap purnama Ramadhan. Hal ini menggali memori Masa tersebut belum memasuki saat cantik Idul Fitri.
UAS sapaan akrabnya, mengutarakan, dalil Al-Quran mengenai Interaksi intim di purnama Ramadhan terletak di Surat Al-Baqarah Bagian 187. Begini redaksinya, Allah SWT berfirman:
اُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ اِلٰى نِسَاۤىِٕكُمْ ۗ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَاَنْتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُوْنَ اَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ ۚ فَالْـٰٔنَ بَاشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ
Halaman lalu :
Artinya: “Dihalalkan bagimu pada gelap puasa bercampur berbarengan istrimu. Mereka Ialah busana bagimu dan Anda Ialah busana sebar mereka. Allah mengetahui bahwa Anda Tak meraih menahan dirimu sendirian, tetapi Beliau meraih tobatmu dan memaafkanmu. Maka, sekarang campurilah mereka dan carilah apa Nan telah diputuskan Allah bagimu.” (QS. Al-Baqarah, 2:187)