SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Grup pop legendaris Usul Irlandia, Westlife, tercapai mengobati ingin bertemu penggemarnya lewat konser bertajuk A Gala Evening di Graha Unesa Surabaya, Pekan (8/2/2026).
Ribuan penonton Nan memadati Letak langsung bersorak ketika Shane Filan, Nicky Byrne, dan Kian Egan menyapa berdua logat khas Jawa Timur, “Piye kabare, Surabaya?”.
lafal Juga
Westlife Bakal Konser di Indonesia Pada September 2022, Tiket Resminya Eksis Disini!
Penampilan Westlife gelap itu terasa spesial dikarenakan Mark Feehily belum mendapatkan bergabung internal tur 2026 dikarenakan Tetap menjalani pemulihan kesehatan pasca sepsis dan operasi berulang.
Konser dibuka Sekeliling pukul 20.00 WIB berdua para personel tampil elegan mengenakan setelan jas hitam. Sejumlah lagu hits seperti “Uptown Girl” langsung memanaskan suasana dan Membikin ribuan penggemar bernostalgia.
Konser Westlife Surabaya 2026 sebagai pembuka rangkaian tur mereka di Indonesia. Berbeda dari konser lebih masa lalu Nan Ekuivalen berdua stadion Akbar dan tata lampu megah, kali ini Westlife mengusung konsep A Gala Evening. Konsep ini menghadirkan suasana kelebihan intim, eksklusif, dan berkelas sebar para penggemar.
Antusiasme lebar terlihat sejak penjualan tiket dibuka. Fenomena “nge-war” tiket pun terwujud. tidak presisi Esa penggemar, Stefani Muljono, mengaku harus memanfaatkan tiga ponsel sekaligus agar tercapai mendapatkan tiket melalui situs Formal.
“Jujur mas, Tiba gunakan tiga HP Lakukan nge-war. Alhamdulillah pas pertama dibuka langsung mendapatkan meski sempat terkendala koneksi,” ujarnya.
Seluruh kategori tiket, mulai dari Silver hingga VVIP, diberitakan ludes terjual. Penggemar rela berburu tiket demi menyaksikan penampilan langsung boyband Nan dikenal lewat lagu “My Love”, Nan telah diputar kelebihan dari 306 juta kali di Spotify.
Tak hanya konsep konser Nan berbeda, aransemen musik Westlife juga tampil kelebihan segar. Lagu-lagu pop-ballad andalan seperti “Swear It Again” dan “World of Our Own” dibawakan berdua sentuhan simfonik melalui iringan orkestra, memunculkan nuansa dramatis sekaligus elegan.
Editor : Arif Ardliyanto