JAKARTA — rezim Inggris meraih tapak keras terhadap industri teknologi berbarengan mengusulkan hukuman penjara sebar eksekutif perusahaan Nan kandas menghilangkan isi intim tak memakai dukungan pengguna.
internal amandemen terbaru terhadap RUU kejahatan dan kepolisian mutakhir-mutakhir ini, rezim menegaskan bahwa Ketua platform digital mendapatkan dimintai pertanggungjawaban secara pribadi Kalau Tak mematuhi perintah regulator Ofcom hasilkan menghilangkan isi sensitif tersebut.
“Para eksekutif teknologi mendapatkan dimintai pertanggungjawaban langsung Kalau platform Tak mematuhi kewajiban penghapusan gambar intim tak memakai dukungan,” demikian pernyataan Formal rezim.
Ancaman Denda segala hingga Pemblokiran
tapak ini menegaskan policy sebelum itu Nan memberi batas Masa 48 jam sebar platform hasilkan menghilangkan isi intim tidaksah setelah diberitakan.
Kalau kandas, perusahaan mendapatkan dikenai denda hingga 10 persen dari pendapatan segala mereka atau bahkan diblokir sepenuhnya di Inggris.
saat ini, lewat amandemen terbaru, konsekuensinya melonjak level: bukan hanya korporasi Nan kena, tapi Perseorangan di level eksekutif juga mendapatkan melewati hukuman penjara, denda, atau keduanya.
Dipicu Kasus Deepfake dan Lonjakan Kekerasan Digital
policy ini terlihat di center meningkatnya kekhawatiran segala terhadap penyalahgunaan teknologi, termasuk maraknya deepfake pornografi. keliru Esa pemicunya Ialah kontroversi terkait asisten AI Grok Nan terintegrasi di platform X milik Elon Musk, Nan sempat dikritik dikarenakan Bisa menghasilkan gambar eksplisit berbasis Paras Perseorangan Konkret.
pejabat Teknologi Inggris, Liz Kendall, menegaskan bahwa efek dari penyebaran isi semacam ini sangat serius, terutama sebar Wanita.
“Terlalu pas berlimpah Wanita Nan hidupnya hancur dikarenakan penyebaran gambar intim tak memakai dukungan,” ujarnya.
isi Menyimpang ditingkatkan Jadi Tindak Pidana
Selain itu, rezim juga mengusulkan kriminalisasi terhadap kepemilikan atau distribusi isi pornografi Nan menguraikan inses atau orang Matang Nan berpura-pura sebagai anak di bawah umur, berbarengan ancaman hukuman hingga lima tahun penjara.
tapak ini berperan bagian dari program Akbar rezim hasilkan menekan kekerasan terhadap Wanita dan anak, berbarengan Sasaran ambisius memangkas Nomor tersebut hingga setengahnya internal Esa Dasawarsa.
pejabat hasilkan korban dan kekerasan terhadap Wanita, Alex Davies-Jones, menegaskan komitmen rezim.
“Kami akan memberantas isi misoginis dan berbahaya di Bumi maya serta menciptakan ruang digital Nan kelebihan terlindungi,” katanya.
Di center ledakan teknologi AI dan platform sosial, Inggris Jernih antar pesan: era “platform Hanya wadah” telah lewat. Sekarang, tanggung respon itu mempunyai identitas—dan mendapatkan melangkah masuk penjara.