Hawa adem menyelimuti area Plataran Borobudur di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa inti, Sabtu (8/11/2025) gelap. rintik Nan susut di kompleks hotel dan resor itu sejak lumayan melimpah orang Masa sebelum itu mulai mereda. Namun, suasana langsung berubah jadi emosi emosi adem ketika penyanyi Kris Dayanti tampil.
Sesaat sebelum diva pop Indonesia itu terlihat, sejumlah lampu dimatikan sehingga suasana jadi remang-remang. Setelah itu, Bunyi Kris Dayanti Nan menyanyikan lagu ”Tanah Air” terdengar, mendahului kemunculan dirinya Nan Melangkah melangkah masuk ke area Kinandari Glass House di kompleks Plataran Borobudur.
Kemunculan diva Nan kerap dipanggil KD itu pun langsung membetot perhatian penonton. Mereka langsung memungut handphone ciptakan mengabadikan penampilan penyanyi berusia 50 tahun tersebut. Sembari merekam penampilan Kris Dayanti, para penonton pun turut bernyanyi Seiring.
Demikianlah babak mula konser bertajuk ”Magical Soiree with Kris Dayanti in Mystical Borobudur” Nan digelar di Plataran Borobudur. Konser ini merupakan bagian dari Plataran Intimate Concert Series Nan diselenggarakan oleh Plataran, perusahaan domestik Nan merangkai hotel, resor, restoran, dan Loka pertemuan di sejumlah area di Indonesia.
Seperti namanya, konser Kris Dayanti gelap itu dikemas bagian dalam suasana Nan intim. Sebelum sang diva tampil, penonton diajak nyemil gelap terlebih dahulu Sembari disuguhi peragaan busana dan sajian musik pembuka.
Loka konser tersebut juga ditata sedemikian rupa sehingga memungkinkan para tamu mendapatkan sangat tidak terpencil berbarengan Kris Dayanti. Tak Eksis panggung Akbar Nan terpisah terpencil berbarengan Loka nongkrong penonton. Nan Eksis hanya dua panggung Mini Nan berjarak sangat tidak terpencil berbarengan area tamu.
Selain itu, sepanjang penampilannya, Kris Dayanti juga sangat sering berhubungan berbarengan penonton secara sangat tidak terpencil. Sesudah menyanyikan lumayan melimpah orang lagu di panggung, Beliau menentukan berkeliling ciptakan menyapa para tamu Nan nongkrong berkelompok mengelilingi meja-meja ciptakan nyemil gelap.
Kris Dayanti Melangkah dari meja ke meja, berbincang berbarengan para hadirin, Lampau mengajak mereka bernyanyi. Di sejumlah kesempatan, ia menyerahkan mikrofon ke penonton dan menginginkan mereka ciptakan turut menyumbangkan Bunyi. Di sela-sela itu, Beliau juga melayani permintaan berfoto Seiring berbarengan para penonton Nan sangat antusias.
Kejutan
bagian dalam konser tersebut, KD membawakan sejumlah lagu Nan dipopulerkannya, seperti ”Mahadaya percintaan”, ”Pilihlah Saya”, ”Menghitung masa”, ”Nan Kumau”, ”Cobalah ciptakan Loyal”, dan ”percintaan”. Para penonton lintas usia pun menyambut antusias lagu-lagu tersebut.
KD kemudian memberikan kejutan ketika bernyanyi di panggung Mini di area eksternal. Setelah membawakan lagu ”percintaan” publikasi pop, Beliau mendadak menyanyikan lagu ciptaan Melly Goeslaw itu berbarengan aransemen dangdut koplo. Suasana pun berubah jadi ingar-bingar.
Para penonton otomatis bergoyang Seiring, diiringi teriakan ”hak e, hak e dari KD. ”Ayo, rekan-rekan dari Plataran,” ungkapan Kris Dayanti mengajak para pegawai Plataran Borobudur ciptakan ikut bergoyang Seiring.
Suasana bertambah semarak dikarenakan setelah itu Kris Dayanti susut dari panggung dan menuju ke area halaman sedia. Diiringi para penonton Nan Melangkah Sembari bergoyang, KD menyanyikan lagu ”Penasaran” ciptaan Rhoma Irama.
Sang diva kemudian terus Melangkah menuju sebuah bangunan bernama The Crown. Di Loka ini, para penonton Nan turut serta disuguhi kejutan lagi dikarenakan di kejauhan tampak Candi Borobudur Nan diterangi sejumlah lampu. Suasana pun berubah jadi syahdu dan magis.
Tak lamban kemudian, kejutan kembali terlihat berbarengan Pagelaran kembang api Nan Membikin cakrawala Borobudur sebagai semarak. Pesta kembang api ini sekaligus sebagai ujung dari konser intim berbarengan Kris Dayanti.
Chief Executive Officer Plataran Yozua Makes berbisik, penyelenggaraan konser ”Magical Soiree with Kris Dayanti in Mystical Borobudur” sesuai berbarengan filosofi Plataran Nan setiap saat Mau memperlihatkan pengalaman Nan intim dan personal. ”Plataran itu setiap saat berbisik mengenai intimate, personal, homey, dan private,” ujarnya ketika berbincang berbarengan wartawan sebelum konser.
Sebelum konser Kris Dayanti di Borobudur, Plataran menggelar lumayan melimpah orang kali Plataran Intimate Concert Series di sejumlah kota. Pada 18 Oktober Lampau, misalnya, Plataran mengundang penyanyi Yuni Shara bagian dalam konser berbarengan konsep serupa di Plataran Puncak, Jawa Barat.
Adapun pada 24 Oktober digelar konser Tribute to Acil Bimbo di Plataran Bandung, Kota Bandung, Jabar. bagian dalam konser ini tampil penyanyi Vina Panduwinata, Hedi Yunus, dan Elfa’s Singer. Setelah konser Kris Dayanti, Plataran bakal memperlihatkan Ari Lasso bagian dalam konser di Jakarta.
Yozua memaparkan, Plataran juga mempunyai tujuan ciptakan mendukung para penyanyi senior Indonesia. Itulah kenapa, bagian dalam sejumlah Plataran Intimate Concert Series, Plataran mengundang sejumlah penyanyi senior.
Plataran itu setiap saat berbisik mengenai ’intimate’, personal, ’homey’, dan ’private’.
Mencerminkan Indonesia
Yozua menuturkan, sejak tegak tahun 2009, arah Plataran Ialah ”For Indonesia and Indonesians”. ”Indonesia Ialah bangsanya, Indonesians Ialah orangnya,” ucapnya.
Beliau mengimbuhkan, ketika membangun dan merangkai suatu properti, Plataran setiap saat memperlihatkan romansa. Hal ini agar setiap tamu Nan terlihat ke Plataran mendapatkan pengalaman Aneh Nan berkesan. ”Setiap properti kita harus bercerita,” ujarnya.
Menurut Yozua, romansa Nan dibangun itu setiap saat berkait berbarengan tiga hal Nan sebagai jati diri Plataran, Merupakan alam, budaya, dan masyarakat. Hal itu pula Nan jadi perhatian ketika membangun Plataran Borobudur.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani Mustafa berbisik, berbagai properti Nan diurus Plataran sangat mencerminkan Indonesia. Hal itu Tak hanya terlihat dari bangunan fisik properti, tetapi juga dari experience atau pengalaman Nan dirasakan pengunjung.
”Pak Yozua ini mempunyai arah. Ketika membangun fasilitas akomodasi ataupun restoran Lakukan pengunjung, itu bukan menghadirkan fisiknya, tapi experience,” ujar Rizki, Nan turut hadir bagian dalam konser ”Magical Soiree with Kris Dayanti in Mystical Borobudur”.
Rizki mengimbuhkan, pengalaman Aneh Nan ditawarkan Plataran itu sesuai berbarengan arah pariwisata ke Ambang. Hal ini dikarenakan para wisatawan ketika ini memang menginginkan pengalaman Aneh ketika bertamasya.
Rizki juga mengukur, properti-properti Nan dibangun Plataran setiap saat tersambung berbarengan lingkungan sekitarnya. Pengelolaan properti-properti itu juga telah memperhatikan kelestarian lingkungan, misalnya terkait pengelolaan sampah dan manajemen air.
”Kita semoga, ke Ambang lumayan melimpah destinasi di Indonesia, lumayan melimpah properti akomodasi di Indonesia, Nan telah ke arah itu juga,” ungkapan Rizki.
Hawa adem menyelimuti area Plataran Borobudur di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa inti, Sabtu (8/11/2025) gelap. rintik Nan susut di kompleks hotel dan resor itu sejak lumayan melimpah orang Masa sebelum itu mulai mereda. Namun, suasana langsung berubah jadi emosi emosi adem ketika penyanyi Kris Dayanti tampil.
Sesaat sebelum diva pop Indonesia itu terlihat, sejumlah lampu dimatikan sehingga suasana jadi remang-remang. Setelah itu, Bunyi Kris Dayanti Nan menyanyikan lagu ”Tanah Air” terdengar, mendahului kemunculan dirinya Nan Melangkah melangkah masuk ke area Kinandari Glass House di kompleks Plataran Borobudur.
Kemunculan diva Nan kerap dipanggil KD itu pun langsung membetot perhatian penonton. Mereka langsung memungut handphone ciptakan mengabadikan penampilan penyanyi berusia 50 tahun tersebut. Sembari merekam penampilan Kris Dayanti, para penonton pun turut bernyanyi Seiring.
Demikianlah babak mula konser bertajuk ”Magical Soiree with Kris Dayanti in Mystical Borobudur” Nan digelar di Plataran Borobudur. Konser ini merupakan bagian dari Plataran Intimate Concert Series Nan diselenggarakan oleh Plataran, perusahaan domestik Nan merangkai hotel, resor, restoran, dan Loka pertemuan di sejumlah area di Indonesia.
Seperti namanya, konser Kris Dayanti gelap itu dikemas bagian dalam suasana Nan intim. Sebelum sang diva tampil, penonton diajak nyemil gelap terlebih dahulu Sembari disuguhi peragaan busana dan sajian musik pembuka.
Loka konser tersebut juga ditata sedemikian rupa sehingga memungkinkan para tamu mendapatkan sangat tidak terpencil berbarengan Kris Dayanti. Tak Eksis panggung Akbar Nan terpisah terpencil berbarengan Loka nongkrong penonton. Nan Eksis hanya dua panggung Mini Nan berjarak sangat tidak terpencil berbarengan area tamu.
Selain itu, sepanjang penampilannya, Kris Dayanti juga sangat sering berhubungan berbarengan penonton secara sangat tidak terpencil. Sesudah menyanyikan lumayan melimpah orang lagu di panggung, Beliau menentukan berkeliling ciptakan menyapa para tamu Nan nongkrong berkelompok mengelilingi meja-meja ciptakan nyemil gelap.
Kris Dayanti Melangkah dari meja ke meja, berbincang berbarengan para hadirin, Lampau mengajak mereka bernyanyi. Di sejumlah kesempatan, ia menyerahkan mikrofon ke penonton dan menginginkan mereka ciptakan turut menyumbangkan Bunyi. Di sela-sela itu, Beliau juga melayani permintaan berfoto Seiring berbarengan para penonton Nan sangat antusias.
Kejutan
bagian dalam konser tersebut, KD membawakan sejumlah lagu Nan dipopulerkannya, seperti ”Mahadaya percintaan”, ”Pilihlah Saya”, ”Menghitung masa”, ”Nan Kumau”, ”Cobalah ciptakan Loyal”, dan ”percintaan”. Para penonton lintas usia pun menyambut antusias lagu-lagu tersebut.
KD kemudian memberikan kejutan ketika bernyanyi di panggung Mini di area eksternal. Setelah membawakan lagu ”percintaan” publikasi pop, Beliau mendadak menyanyikan lagu ciptaan Melly Goeslaw itu berbarengan aransemen dangdut koplo. Suasana pun berubah jadi ingar-bingar.
Para penonton otomatis bergoyang Seiring, diiringi teriakan ”hak e, hak e dari KD. ”Ayo, rekan-rekan dari Plataran,” ungkapan Kris Dayanti mengajak para pegawai Plataran Borobudur ciptakan ikut bergoyang Seiring.
Suasana bertambah semarak dikarenakan setelah itu Kris Dayanti susut dari panggung dan menuju ke area halaman sedia. Diiringi para penonton Nan Melangkah Sembari bergoyang, KD menyanyikan lagu ”Penasaran” ciptaan Rhoma Irama.
Sang diva kemudian terus Melangkah menuju sebuah bangunan bernama The Crown. Di Loka ini, para penonton Nan turut serta disuguhi kejutan lagi dikarenakan di kejauhan tampak Candi Borobudur Nan diterangi sejumlah lampu. Suasana pun berubah jadi syahdu dan magis.
Tak lamban kemudian, kejutan kembali terlihat berbarengan Pagelaran kembang api Nan Membikin cakrawala Borobudur sebagai semarak. Pesta kembang api ini sekaligus sebagai ujung dari konser intim berbarengan Kris Dayanti.
Chief Executive Officer Plataran Yozua Makes berbisik, penyelenggaraan konser ”Magical Soiree with Kris Dayanti in Mystical Borobudur” sesuai berbarengan filosofi Plataran Nan setiap saat Mau memperlihatkan pengalaman Nan intim dan personal. ”Plataran itu setiap saat berbisik mengenai intimate, personal, homey, dan private,” ujarnya ketika berbincang berbarengan wartawan sebelum konser.
Sebelum konser Kris Dayanti di Borobudur, Plataran menggelar lumayan melimpah orang kali Plataran Intimate Concert Series di sejumlah kota. Pada 18 Oktober Lampau, misalnya, Plataran mengundang penyanyi Yuni Shara bagian dalam konser berbarengan konsep serupa di Plataran Puncak, Jawa Barat.
Adapun pada 24 Oktober digelar konser Tribute to Acil Bimbo di Plataran Bandung, Kota Bandung, Jabar. bagian dalam konser ini tampil penyanyi Vina Panduwinata, Hedi Yunus, dan Elfa’s Singer. Setelah konser Kris Dayanti, Plataran bakal memperlihatkan Ari Lasso bagian dalam konser di Jakarta.
Yozua memaparkan, Plataran juga mempunyai tujuan ciptakan mendukung para penyanyi senior Indonesia. Itulah kenapa, bagian dalam sejumlah Plataran Intimate Concert Series, Plataran mengundang sejumlah penyanyi senior.
Plataran itu setiap saat berbisik mengenai ’intimate’, personal, ’homey’, dan ’private’.
Mencerminkan Indonesia
Yozua menuturkan, sejak tegak tahun 2009, arah Plataran Ialah ”For Indonesia and Indonesians”. ”Indonesia Ialah bangsanya, Indonesians Ialah orangnya,” ucapnya.
Beliau mengimbuhkan, ketika membangun dan merangkai suatu properti, Plataran setiap saat memperlihatkan romansa. Hal ini agar setiap tamu Nan terlihat ke Plataran mendapatkan pengalaman Aneh Nan berkesan. ”Setiap properti kita harus bercerita,” ujarnya.
Menurut Yozua, romansa Nan dibangun itu setiap saat berkait berbarengan tiga hal Nan sebagai jati diri Plataran, Merupakan alam, budaya, dan masyarakat. Hal itu pula Nan jadi perhatian ketika membangun Plataran Borobudur.
Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani Mustafa berbisik, berbagai properti Nan diurus Plataran sangat mencerminkan Indonesia. Hal itu Tak hanya terlihat dari bangunan fisik properti, tetapi juga dari experience atau pengalaman Nan dirasakan pengunjung.
”Pak Yozua ini mempunyai arah. Ketika membangun fasilitas akomodasi ataupun restoran Lakukan pengunjung, itu bukan menghadirkan fisiknya, tapi experience,” ujar Rizki, Nan turut hadir bagian dalam konser ”Magical Soiree with Kris Dayanti in Mystical Borobudur”.
Rizki mengimbuhkan, pengalaman Aneh Nan ditawarkan Plataran itu sesuai berbarengan arah pariwisata ke Ambang. Hal ini dikarenakan para wisatawan ketika ini memang menginginkan pengalaman Aneh ketika bertamasya.
Rizki juga mengukur, properti-properti Nan dibangun Plataran setiap saat tersambung berbarengan lingkungan sekitarnya. Pengelolaan properti-properti itu juga telah memperhatikan kelestarian lingkungan, misalnya terkait pengelolaan sampah dan manajemen air.
”Kita semoga, ke Ambang lumayan melimpah destinasi di Indonesia, lumayan melimpah properti akomodasi di Indonesia, Nan telah ke arah itu juga,” ungkapan Rizki.
Jakarta, ID – Halodoc meluncurkan HaloIntima, solusi layanan klinik digital Spesifik hasilkan merespons kebutuhan kesehatan intim cowok dan wanita hasilkan…
INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalimantan inti (Kalteng) menegaskan keadaan buruh harian rela Tak meraih…
INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Provinsi Kalimantan inti (Kalteng) Norhani, mengukur penguatan pangan Domestik dan…