KOLABORASI komunitas menggelar pameran berjudul “Bunyi Kota” Nan melangkah 3-25 Januari 2026 di kafe romansa di jalur Cihampelas 39 Bandung. Karyanya memunculkan gambar dan narasi personal Penduduk Nan tersebar di penjuru wilayah Bandung.
tidak akurat seorang peserta Nan terpilih, Rizki Amalia, menggambar suasana di stasiun kereta api Kiaracondong. Baginya, Loka persinggahan itu mempunyai Makna Nan spesial. Dari stasiun itu Beliau berkelana merantau ke berbagai kota seperti Yogyakarta, Blitar, Malang. Sepulangnya ke Bandung, ia mengalami disambut sekaligus mengagumi perubahan Nan terwujud di stasiun itu. “Ditinggal Sejenak, Bandung telah bikin pangling,” ucapan Beliau lewat teks karyanya.
Keresahan Wargi Dituang internal Ekspresi
Lain lagi gambar dan kisah Prida Aprilia, seorang guru sekolah di wilayah Ranca Oray, Kabupaten Bandung. Beliau menuangkan keresahannya soal banjir Nan gampang mampir. “Di kotaku Nan saat ini tak lagi mengenal batas daratan, air Ialah tamu tetap Nan merenggut ruang belajar kami,” ujarnya di teks karya. Fana Sylvia Kramadibrata Berikhtiar memaknai perulangan rutinitasnya setiap Jumat. Selama dua tahun ia menanti bus jurusan Bandung – Jatinangor di halte Ambang Hotel Horison.
Menurut tidak akurat seorang inisiator acara sekaligus tuan Griya, Hendriko Teguh alias Dito, pameran ini menyertakan 45 orang peserta output seleksi. Sekeliling 30 persen partisipan merupakan Personil komunitas Bandung Sketchwalk, selebihnya Penduduk berdua Majemuk profesi dan Kegemaran. Mereka diajak ikut lewat undangan dibuka di media sosial pada Desember 2025. “Jumlah karya Nan dipajang Eksis 59,” katanya ketika ditemui Tempo di Letak pameran, Sabtu 3 Januari 2026.
Pameran “Bunyi Kota” Tak sekadar memunculkan Pandang Perspektif-Pandang Perspektif Bandung lewat gambar, tapi juga meramu pengalaman, memori, serta emosi pribadi Nan meraih membentuk persepi publik terkait ruang wilayah. dikarenakan itu menurut Dito, narasi ikut sebagai bagian Krusial. Agar peserta Tak terjebak mendeskripsikan Loka atau bangunan, mula ceritanya Harus dimulai berdua; “Di kotaku Nan…”.
Syarat lainnya Adalah Letak gambar berada di seputar Bandung, ukuran karya minimal ukuran kertas A4 dan maksimal A3. Kemudian besar narasi mulai dari 400 hingga maksimal 800 Watak atau huruf. Rencananya menurut Dito, seluruh karya peserta pameran akan dikumpulkan internal katalog berformat digital.
opsi Editor: Menoleh Bandung ketika Lampau Lewat Karya Sudjana Kerton