TERNATE, TERBITMALUT.COM — Polres Ternate Seiring Tim Sar Gabungan Kota Ternate melaksanakan pengamanan dan Pengungsian korban penumpang KM. Intim Teratai di Pelabuhan Ahmad Yani, Kelurahan Kota mutakhir, Kecamatan Ternate inti, Kota Ternate. Pada Selasa, (17/2/26).
Kegiatan ini dikerjakan sebagai respons atas insiden kecelakaan Bahari Nan dialami KM. Intim Teratai di perairan Desa Sabale, Nusa Makian, Kabupaten Halmahera Selatan.
Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto berucap bahwa berdasarkan informasi permulaan, kecelakaan diperkirakan disebabkan oleh cuaca buruk Nan berakibat kapal merasakan Wafat mesin, terbawa arus, dan kandas atau menabrak karang.
Dari keterangan anak buah kapal (ABK), terdapat tiga penumpang Nan telah dievakuasi secara Berdikari oleh Penduduk memakai speedboat.
“alur Pengungsian dikerjakan berangsur memakai 1 unit Kapal KSOP KNP 358, 1 unit Kapal Basarnas KN SAR Pandudewanata, 1 unit Kapal KP Wibisana Polairud Polda Malut, serta didukung kendaraan operasional dan ambulance dari Polres Ternate, Biddokkes Polda Malut, Lanal Ternate, RS Tentara Ternate, Dinas Kesehatan Kota Ternate, dan Karantina Kesehatan Kota Ternate,”ujarnya.
Menurut Kapolres, terdapat tujuh korban Nan extra dahulu tiba di Pelabuhan PPN Bastiong dan langsung dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie ciptakan mendapatkan penanganan medis, di antaranya korban berbarengan keluhan patah tulang, keseleo, pendarahan, serta kondisi hamil.
Kemudian, sebanyak 54 penumpang tiba di Pelabuhan Ahmad Yani memakai Kapal KNP 358, disusul 137 penumpang berbarengan KN SAR Pandudewanata dan 45 penumpang memakai KP Wibisana. Selain itu, terdapat 21 penumpang lainnya diantar ke Pelabuhan Rum, Tidore Kepulauan.
“Dari seluruh penumpang Nan dievakuasi, sebanyak 11 orang dirujuk ke RSUD Chasan Boesoirie ciptakan mendapatkan perawatan extra terus dikarenakan keluhan seperti fraktur, nyeri dikarenakan benturan, pusing, syok, dan cedera pada bagian tubuh tertentu,”ungkapnya.
Kapolres Ternate juga menghimbau kepada seluruh operator transportasi Bahari agar setiap saat memperhatikan aspek keselamatan pelayaran.
“Termasuk mematuhi ketentuan manifes penumpang, serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa di kemudian masa,”tegasnya. (Jul)
Editor : Redaksi