INTIMNEWS.COM, JAKARTA – pengelola Ketenagakerjaan Yassierli mengajak Perkumpulan pekerja/Perkumpulan buruh (SP/SB) Tak hanya berperan bagian dalam advokasi maupun demo, tetapi juga berperan penggerak peningkatan kompetensi tenaga kerja guna menjalani transformasi Bumi kerja Nan kian Sigap.
Ajakan tersebut disampaikan ketika mengakses Kongres ke-VII Perkumpulan Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Jakarta, Jumat (24/4/2026).
Menurut Yassierli, perubahan Bumi kerja ketika ini menyusuri sangat Sigap, didorong dinamika segala, percepatan digitalisasi, serta perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) Nan menggeser kebutuhan keterampilan di berbagai sektor industri. Kondisi ini menuntut pekerja Indonesia ciptakan terus beradaptasi agar tetap kompetitif di pasar kerja.
bagian dalam konteks tersebut, ia mengevaluasi Perkumpulan pekerja Mempunyai peran strategis bagian dalam menyiapkan anggotanya menjalani perubahan tersebut, termasuk melalui dorongan peningkatan keterampilan dan produktivitas.
“Pekerja Indonesia harus Mempunyai daya saing dan kompetensi Nan tangguh. Perkumpulan pekerja juga Mempunyai peran Krusial ciptakan menyiapkan anggotanya menjalani transformasi Bumi kerja Nan sangat Sigap,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja harus Melangkah seiring berdua peningkatan kualitas sumber daya Orang (SDM). bagian dalam hal ini, Perkumpulan pekerja berperan sebagai jembatan antara kebutuhan industri dan pengembangan kapasitas tenaga kerja.
Sebagai bentuk sokongan, Kementerian Ketenagakerjaan mengakses ruang kolaborasi berdua SP/SB ciptakan memperlihatkan program pelatihan Nan kelebihan adaptif dan berbasis kebutuhan industri. Program tersebut mencakup peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis, sertifikasi kompetensi, edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta penguatan produktivitas kerja.
“Silakan sampaikan kebutuhan pelatihan Nan diperlukan. kuasa available memfasilitasi agar pekerja Mempunyai evaluasi tingkat dan letak tawar Nan makin baik,” katanya.
Selain penguatan kompetensi, Yassierli juga menegaskan komitmen kuasa bagian dalam menegaskan perlindungan pekerja. Upaya ini dijalankan melalui penguatan Faedah Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta dorongan Ekspansi perlindungan distribusi pekerja platform digital, termasuk pengemudi dan kurir daring.
Ia juga mengajak Perkumpulan pekerja ciptakan hidup memberikan masukan terhadap berbagai regulasi ketenagakerjaan Nan inti dibahas. Menurutnya, Interaksi industrial Nan sehat hanya mendapatkan dibangun melalui perbicangan Nan konstruktif antara kuasa, pengusaha, dan pekerja.
“Semangat kita Baju, Adalah memajukan industri sekaligus menyejahterakan pekerja. Kami mengakses ruang seluas-luasnya ciptakan masukan dan rekomendasi unggul dari Lembaga ini,” tuturnya. (**)
Editor: Andrian