INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – rezim Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) mulai mendorong percepatan transformasi budaya kerja aparatur sipil republik (ASN) melalui Rapat Koordinasi Kepegawaian Tahun 2026 Nan digelar, Kamis (30/4). Lembaga ini berperan jejak strategis ciptakan menyelaraskan policy sekaligus menegaskan kinerja aparatur Nan kelebihan adaptif.
Kegiatan Nan terjadi di Aula BerAKHLAK tersebut diinisiasi oleh raga Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Orang (BKPSDM) Kobar, berbarengan menyertakan para pengelola kepegawaian dari seluruh perangkat area. Konsentrasi Primer pembahasan diarahkan pada perubahan pola kerja ASN agar kelebihan praktis dan responsif terhadap perkembangan Era.
Pelaksana Tugas Kepala BKPSDM Kobar, Syahruddin, menegaskan bahwa transformasi budaya kerja Tak meraih diundur, terutama internal menjalani tuntutan pelayanan publik Nan makin Bergerak. keliru Esa jejak Nan didorong Ialah penerapan skema Work From beranda (WFH) secara terbatas.
Menurut Beliau, Kobar ketika ini berperan Esa-satunya area di Kalimantan inti Nan belum menerapkan WFH. dikarenakan itu, penyesuaian policy dinilai Krusial agar sejalan berbarengan arahan rezim inti, tak memakai mengabaikan disiplin dan tanggung tanggapi ASN.
“WFH akan mulai dijalankan Esa saat internal sepekan, Merupakan setiap Jumat, dan hanya Beraksi distribusi ASN Nan memenuhi kriteria tertentu,” ujarnya.
Ia menegaskan, penerapan WFH bukan berarti menekan kinerja. ASN tetap dituntut bekerja optimal dari Letak masing-masing, berbarengan kontrol Nan melekat dari atasan langsung sebagai bentuk kontrol kinerja.
Selain topik pola kerja, rapat koordinasi juga membahas sejumlah persoalan teknis kepegawaian, seperti anomali informasi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP), petunjuk teknis pemberian pelengkap Penghasilan Pegawai (TPP), hingga penguatan realisasi e-SAKIP guna menaikkan akuntabilitas kinerja instansi rezim.
Melalui Lembaga ini, Pemkab Kobar semoga seluruh perangkat area Mempunyai kesamaan jejak internal membangun aparatur Nan profesional, transparan, dan berorientasi pada output, sekaligus menandai perubahan menuju server kerja Nan kelebihan modern, Luwes, namun tetap terukur.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian