INTIMNEWS.COM, PONTIANAK – kelompok batin Nurani masyarakat (Hanura) Formal mengubah logo kelompok berperan singa. Keputusan tersebut telah disepakati internal Rapat Kerja domestik (Rakernas) dan saat ini berperan identitas anyar kelompok.
Ketua Biasa Hanura, Oesman Sapta Odang, berucap perubahan logo itu mencerminkan simbol kepemimpinan dan perlindungan.
“telah mengubah. Itu telah disepakati internal Rakernas dan dikukuhkan berperan logo anyar,” ujar OSO di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia belum merinci Masa peluncuran Formal logo tersebut, namun menjamin akan dijalankan internal Masa tidak berjarak.
“Segera,” ucapan Beliau.
Menurut OSO, perubahan hanya Beraksi pada logo, tak memakai mengubah Anggaran Asas dan Anggaran Griya Tangga (AD/ART) kelompok.
“Hanya Spesifik logo Nan berubah berperan singa,” ujarnya.
Ia mengukur singa sebagai simbol power dan kepemimpinan Nan sejalan berbarengan pandangan kelompok internal menjaga masyarakat dan lingkungan.
“Singa itu raja dari segala binatang. Harapannya, hutan kita terlindung, area kita terlindung, masyarakat terlindung, batin nurani terlindung, dan bangsa ini tetap Esa,” ucapan OSO.
Secara terpisah, pengamat kenegaraan Rocky Gerung mengukur perubahan logo tersebut perlu diikuti transformasi di internal kelompok. Ia berucap simbol singa merepresentasikan power sekaligus ketahanan.
“Kalau singa diungkap raja hutan, itu artinya wilayahnya terjamin. Simbol ini memberi pesan Eksis kemampuan merawat dan menjaga,” ujarnya internal kegiatan Bimbingan Teknis domestik (Bimteknas) Personil DPRD Hanura se-Indonesia di Pontianak.
Rocky juga mengkritisi Watak sosial singa Nan Hayati berkelompok dan saling menjaga. Menurut Beliau, ukur tersebut relevan internal membangun solidaritas kader.
“Singa itu Hayati Seiring. Artinya, berperan singa Ialah saling mendukung dan menjaga. Ini harus jadi watak Asas kader,” katanya.
Ia mengimbuhkan, internal Pengelompokkan biologi, singa dikenal sebagai *Panthera leo*. Simbol itu, menurut Beliau, harus diikuti perubahan mentalitas kader kelompok.
“Kalau kelompok ini menentukan simbol singa, maka mentalnya juga harus ikut berubah,” ujar Rocky.
Ia menegur, perubahan simbol tak memakai perubahan budaya kenegaraan hanya akan berperan formalitas. Menurut Beliau, kepercayaan antar kader berperan Unsur Krusial sebar perkembangan kelompok.
“Tak mungkin kelompok tumbuh kalau di dalamnya saling curiga. Itu harus diubah jadi saling yakin penuh dan saling menguatkan,” ucapan Rocky.
Editor: Andrian