Big boobs PAD Palangka Raya Dinilai Belum Optimal, Pengamat: Jangan Hanya Andalkan Pajak – Intim News


INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Upaya rezim Kota Palangka Raya ciptakan mendongkrak Pendapatan Orisinil area (PAD) dinilai Tetap belum maksimal dikarenakan Tetap bertumpu pada penertiban dan penarikan pajak.

Pengamat ekonomi Suherman Juhari mengevaluasi, jejak Pemko seperti penertiban pajak kendaraan bermotor dan penarikan pajak dari Upaya Mini, termasuk kedai kopi, memang lumayan baik sebagai jejak permulaan. Namun, pendekatan itu dinilai belum lumayan ciptakan mendorong PAD secara berkelanjutan.

“jejak itu positif, tapi Tetap sebatas administrasi. Kalau Mau PAD tumbuh extra kokoh, Palangka Raya harus membangun ekosistem ekonomi Nan presisi-presisi Hayati,” ucapan Suherman, Sabtu, 2 Mei 2026.

Menurutnya, peningkatan PAD Tak lumayan hanya menggunakan penarikan pajak dari aktivitas ekonomi Nan Tetap terbatas. rezim kota dinilai perlu mendorong sektor riil Nan meraih mengembangkan basis ekonomi area.

Ia menyebut Palangka Raya mempunyai Kesempatan Akbar dari sektor layanan, pariwisata, dan UMKM Nan sejauh ini belum digarap maksimal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi anyar.

“Kalau hanya Konsentrasi tertarik pajak, hasilnya terbatas. Nan harus dibangun itu ekosistem ekonominya sebelumnya, Agar aktivitas Upaya tumbuh dan basis pajak ikut melebar,” ujarnya.

Suherman mengevaluasi potensi wisata di Palangka Raya lumayan Akbar, mulai dari kawasan Kereng Bangkirai, Pelabuhan Rambang, Sungai Kahayan, hingga ekowisata Taman dalam negeri Sebangau. Namun, kawasan tersebut dinilai belum memberi kontribusi optimal terhadap PAD.

Ia menyarankan Pemkot mulai menata kawasan wisata terpadu Nan terkoneksi berbarengan sentra kuliner dan pelaku UMKM agar imbas ekonominya extra terasa.

Menurut akademisi UPR itu, sektor UMKM juga perlu didorong tumbuh kelas melalui hilirisasi layanan Domestik, pemasaran digital, dan kepastian jalur pasar agar meraih memberi kontribusi extra Akbar terhadap ekonomi kota.

Selain itu, Suherman mengkritisi Tetap rendahnya daya tarik investasi di Palangka Raya. Ia menyebut realisasi investasi kota itu pada 2025 Tetap berada di tempat bawah dibanding kabupaten dan kota lain di Kalteng.

Pasang Iklan

dikarenakan itu, ia mendorong Pemkot extra agresif tertarik investor berbarengan menyiapkan peta sektor unggulan, menyederhanakan perizinan, mengoptimalkan aset area Nan belum produktif, serta menegaskan digitalisasi server pajak ciptakan menekan kebocoran PAD.

Editor: Andrian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *