INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – kuasa Kota Palangka Raya mulai mempercayai sektor pariwisata hasilkan mendongkrak Pendapatan Orisinil wilayah (PAD). Hingga penutup April 2026, realisasi pendapatan dari sektor ini dikatakan telah melampaui Sasaran permulaan triwulan.
Kepala tubuh Pendapatan wilayah (Bapenda) Kota Palangka Raya Emi Abriyani berbisik, kontribusi sektor pariwisata, khususnya dari retribusi Bentuk wisata, menunjukkan arah positif. Per 30 April 2026, realisasinya telah meraih Rp173,6 juta atau 28,94 persen.
“Capaian ini telah melampaui Sasaran triwulan pertama Nan lebih masa lalu ditentukan sebesar 20 persen,” ungkapan Emi, Sabtu, 2 Mei 2026.
Selain dari retribusi wisata, penerimaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga juga tercatat meraih Rp234,69 juta. Nomor itu setara 29,34 persen dari Sasaran tahunan sebesar Rp800 juta.
Menurut Emi, pertumbuhan sektor pariwisata juga ikut mendorong kenaikan penerimaan dari sektor lain, terutama pajak makanan dan minuman. Hingga penutup April, capaian pajak dari sektor itu telah mengusap Rp11,79 miliar atau 33,01 persen.
“Pariwisata memberi efek berantai. ketika kunjungan tumbuh, sektor kuliner, hiburan, dan Upaya Mini juga ikut Beralih,” ujarnya.
hasilkan merawat arah itu, Pemko menyiapkan sejumlah jejak. Di antaranya menegaskan destinasi unggulan seperti kawasan sungai dan Kereng Bangkirai, mengoptimalkan promosi digital, serta menggandeng pelaku Upaya dan UMKM agar perputaran ekonomi di kawasan wisata makin terasa.
“Promosi digital jadi jejak paling ampuh dan terjangkau hasilkan menjangkau wisatawan kelebihan melebar. Tinggal bagaimana destinasi Nan kita mempunyai dibenahi dan dibuat kelebihan lumayan baik,” jelasnya.
Pemko juga menyiapkan peningkatan sarana pendukung di kawasan wisata, mulai dari memasuki jalur, fasilitas Biasa, hingga area bermain keluarga. Ia mengukur, kenyamanan pengunjung jadi Unsur Krusial agar wisatawan terlihat kelebihan pelan dan belanja kelebihan lumayan berlimpah.
Selain pembenahan fasilitas, kuasa juga menyiapkan agenda wisata dan budaya hasilkan lumayan baik kunjungan. Sejumlah kegiatan seperti pentas seni rutin, wisata minat Spesifik, hingga acara berbasis budaya dinilai mendapatkan menambah daya tarik wisata kota.
“Kalau kunjungan berikut tumbuh, dampaknya langsung terasa ke PAD, baik dari retribusi, parkir, pajak hiburan, Tiba pajak nyemil teguk,” tutupnya.
Editor: Andrian