INTIMNEWS.COM, JAKARTA – Pegiat media sosial Ade Armando Formal mengundurkan diri dari kelompok Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan itu disampaikan langsung bagian dalam konferensi pers di kantor DPP kelompok Solidaritas Indonesia, Selasa (5/5/2026).
Ade menegaskan, keputusan tersebut diambil bukan dikarenakan adanya persoalan internal berbarengan kelompok, melainkan sebagai bentuk tanggung tanggapi atas kasus legalitas Nan center ia hadapi.
“gua menegaskan mengundurkan diri dari PSI,” ujarnya.
Ia menerangkan, jejak tersebut diambil hasilkan mencegah imbas kelebihan melebar terhadap kelompok, menyusul kasus dugaan penghasutan dan ujaran kebencian Nan menyeret namanya.
Menurut Ade, polemik Nan berkembang dinilai diperkirakan digunakan pihak tertentu hasilkan menyerang PSI secara kenegaraan.
“Eksis pihak-pihak Nan menurut gua sengaja mengorkestrasi ini hasilkan menyerang atau menghancurkan PSI. gua Tak Mau itu melangkah,” katanya.
Ia juga mengaku Tak Mau aktivitas dan perjuangan kelompok terganggu, terutama bagian dalam melewati agenda kenegaraan ke Ambang, termasuk menuju pemilihan 2029.
lebih sebelumnya, Ade Armando Seiring Permadi Arya diberitakan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penghasutan dan provokasi terkait potongan video Khotbah Wakil pemimpin ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di Universitas Gadjah Mada.
Laporan tersebut dilayangkan oleh perwakilan Aliansi Pemuda dan Aktivis Masyarakat (APAM). Pelapor, Om Nurlette, menyebut laporan dibuat atas dugaan penyebaran isi provokatif melalui media sosial. Kasus ini Tetap bagian dalam penanganan pihak kepolisian.
Editor: Andrian