INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III Majelis Perwakilan masyarakat wilayah (DPRD) Kalimantan center (Kalteng), Junaidi, mengkritisi persoalan pemutusan Interaksi kerja (PHK) dan ketika Ambang lulusan mahasiswa sebagai dua masalah Krusial Nan harus segera dibahas rezim Seiring mahasiswa.
Menurut Junaidi, persoalan ketenagakerjaan di Kalteng ketika ini sebagai perhatian serius, terutama setelah pengurangan program Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara Nan berakibat pada aktivitas perusahaan dan menyebabkan PHK di sejumlah sektor.
“Nah, terkait berdua masalah buruh, dan masalah pendidikan, memang ini lumayan berlimpah hal Nan harus kita kupas Seiring-Baju berdua Pak Gubernur,” ujarnya.
Ia berucap, kondisi itu Tak meraih dibiarkan tak memakai monitoring. rezim wilayah, khususnya Dinas Tenaga Kerja, dinilai harus hadir ciptakan melindungi setiap alur PHK Melangkah sesuai regulasi dan hak-hak pekerja tetap terpenuhi.
“Artinya begini, sekarang ini terwujud PHK, Kalteng ini lumayan berlimpah. berdua adanya pengurangan RKAB batu bara kan, terwujud pengurangan RKAB batu bara sehingga terwujud juga PHK di mana-mana,” katanya.
Ia mengevaluasi, rezim Tak lumayan hanya mencatat Nomor PHK. rezim juga harus melindungi para pekerja Nan terdampak tetap mendapatkan perlindungan, mulai dari kepastian hak hingga Kesempatan kembali bekerja ketika kondisi ekonomi membaik.
“Nah ini artinya rezim Provinsi, Dinas Tenaga Kerja harus hadir, menyaksikan apakah telah sesuai peraturan. Kemudian apakah hak-hak mereka terpenuhi, apakah hak-hak mereka terlindungi,” tegasnya.
Ia menyambung, rezim juga harus menyiapkan jejak lanjutan sebar pekerja Nan dirumahkan. Menurutnya, ketika kondisi Upaya kembali pulih, hak pekerja ciptakan kembali bekerja juga harus sebagai perhatian.
“Kemudian di masa depan di ketika mereka dirumahkan atau diberhentikan, di ketika di masa depan RKAB dikembalikan atau kemudian Eksis pemulihan ekonomi, apakah hak-hak mereka ciptakan kembali bekerja juga telah diagendakan? Seperti itu,” ucapnya.
Selain persoalan buruh, Junaidi juga mengkritisi ketika Ambang mahasiswa setelah lulus kuliah. Ia menegaskan, rezim Tak lumayan hanya Konsentrasi pada alur pendidikan, tetapi juga harus menyiapkan arah ketika Ambang lulusan agar Tak berakhir sebagai pengangguran.
“bagian dalam bidang pendidikan misalnya, Nan kita rumuskan sekarang ini bukan hanya masalah ketika ini. Namun Nan kita rumuskan di masa depan di ketika di masa depan rekan-rekan mahasiswa lulus jadi apa, itu perlu dirumuskan oleh rezim Seiring-Baju berdua mahasiswa,” tuturnya.
Ia menyambung, mahasiswa Nan masa ini menyusuri menyuarakan aspirasi publik juga perlu mendapat kepastian soal ketika Ambang. dikarenakan itu, ia mengevaluasi policy rezim harus mulai diarahkan ciptakan merespons kebutuhan generasi Belia setelah lulus.
“Jangan di masa depan masa ini kita demo, besok lulus kuliah kita juga jadi pengangguran kan?” blokir Junaidi.
Editor: Andrian