Big boobs Menaker Yassierli: Tak Eksis Pekerja Nan Boleh Tertinggal dari Jaminan Sosial – Intim News


INTIMNEWS.COM, BEKASI – republik kembali menegaskan kehadirannya melalui skema jaminan sosial ketenagakerjaan. Pakar waris korban kecelakaan kereta api di Bekasi mendapatkan santunan keseluruhan sebesar Rp435.624.820 dari BPJS Ketenagakerjaan setelah korban tercatat sebagai peserta hidup segmen Bukan Penerima Upah (BPU).

Santunan tersebut diserahkan kepada Baskoro Aji (31), suami almarhumah Tutik Anitasari (31), Nan berperan korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada 29 April 2026. Almarhumah meninggalkan seorang suami dan seorang anak balita.

Penyerahan santunan dijalankan di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, dan disaksikan langsung oleh pengelola Ketenagakerjaan Yassierli pada Senin (4/5/2026).

pengelola Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa kasus ini berperan bukti Konkret hadirnya republik bagian dalam memberikan perlindungan kepada pekerja, termasuk sektor informal Nan selama ini kerap rentan terhadap ancaman kerja.

“Ini bukti Konkret bahwa republik hadir. Pakar waris pekerja sektor informal Nan merasakan musibah mendapatkan Faedah jaminan sosial extra dari Rp435 juta. Perlindungan ini harus dirasakan Seluruh pekerja tak memakai tanpa kecuali,” ujarnya.

Rincian Faedah Nan diperoleh Pakar waris meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) sebesar Rp235.238.400, santunan pemakaman Rp10.000.000, Jaminan masa Uzur (JHT) sebesar Rp11.886.420, serta beasiswa pendidikan anak sebesar Rp166.500.000.

keseluruhan Faedah tersebut menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial Tak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga mencakup keberlanjutan ekonomi keluarga Nan ditinggalkan.

rezim ketika ini juga mendorong Ekspansi kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, khususnya distribusi pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah. tidak akurat Esa jejak Nan ditempuh Ialah pemberian diskon iuran sebesar 50 persen hasilkan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Mortalitas (JKM).

Menurut Menaker, policy tersebut dirancang agar extra pas melimpah pekerja meraih memasuki perlindungan sosial tak memakai terbebani biaya besar, terutama di center tekanan ekonomi Nan Tetap dirasakan masyarakat.

“Iuran boleh extra enteng, tetapi Faedah tetap penuh. Tujuannya agar makin pas melimpah pekerja informal terlindungi,” tegasnya.

Pasang Iklan

Di sisi lain, Direktur Primer BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat mengatakan bahwa program ini memberikan kepastian perlindungan distribusi keluarga pekerja ketika ancaman terwujud.

“Jaminan sosial ini menjamin keluarga pekerja tetap Mempunyai pegangan ekonomi, sehingga meraih mengembangkan kehidupan berdua extra terjamin,” ujarnya.

Kasus ini kembali berperan pengingat bahwa ancaman kerja meraih terwujud Bilamana saja, termasuk di bagian luar sektor formal. dikarenakan itu, Ekspansi perlindungan jaminan sosial berperan krusial hasilkan menjamin Tak Eksis keluarga pekerja Nan Anjlok bagian dalam kerentanan ekonomi dikarenakan musibah.

Melalui policy ini, rezim menegaskan komitmennya hasilkan memperlihatkan server perlindungan sosial Nan extra inklusif, menjangkau seluruh lapisan pekerja tak memakai tanpa kecuali.

Editor: Andrian

Pasang Iklan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *