Big boobs Seremoni Golden Week Japanese Jazz Nan intim dan penuh Daya di Five Spot Jazz New York – WartaJazz.com


Eksis sesuatu Nan pas berkualitas ketika tradisi Berjumpa New York, kota Nan tak pernah istirahat.

Di Five Spot Jazz, pertemuan itu terwujud internal bentuk Nan kehangatan dan tidak berjarak lewat rangkaian Celebration of Japanese Jazz in New York, sebuah program lima masa Nan digelar internal momentum Golden Week.

Bukan sekadar showcase, program ini terasa seperti potret Mini bagaimana jazz Beralih lintas budaya. Musisi Jepang Nan berbasis di New York dan sekitarnya tampil berdua pendekatan Nan tetap berakar pada tradisi, tapi Tak tidak yakin mendorong batas.

sunyi pembuka memunculkan Yasushi Nakamura, bassist berdua permainan Nan dikenal solid tapi tetap liris. Pengalamannya Seiring Wynton Marsalis dan lingkaran Jazz at Lincoln Center membuatnya jadi tidak presisi Esa Pemeran paling konsisten di skena New York ketika ini.

masa berikutnya, giliran Fukushi Tainaka memungut alih panggung. Drummer Nan lamban sebagai bagian dari band Lou Donaldson ini dikenal berdua feel swing Nan internal dan pendekatan Nan sangat rooted di tradisi hard bop.

memasuki ke 2 Mei, suasana berubah berdua kehadiran Monday Michiru. Ia membawa Rona Nan extra melebar dari jazz, soul, hingga elemen elektronik. Latar belakangnya sebagai anak dari Toshiko Akiyoshi dan Charlie Mariano terasa hadir, tapi Nan menonjol Malah identitasnya sendirian Nan bebas genre.

Tanggal 3 Mei, pianis Toru Dodo tampil berdua pendekatan Nan extra modern dan Bergerak. Pengalamannya bermain berdua Kenny Garrett dan Benny Golson memberi Rona kokoh pada tapak ia membangun narasi musik.

Penutup di 4 Mei dibuat extra cair lewat jam session Nan dipimpin Allison Lee dan Daniel W. Song. Format ini terasa pas hasilkan menghentikan rangkaian berdua semangat komunitas Nan extra ada, spontan, dan penuh interaksi.

Nan Membikin program ini terasa spesial bukan hanya lineup-nya, tapi juga ruangnya. Five Spot Jazz bukan venue Normal. Ia membawa identitas Akbar dari Five Spot Café, Loka di mana Thelonious Monk, John Coltrane, hingga Ornette Coleman pernah membentuk sejarah.

sekarang, internal format Nan extra intim di East Village, ruang ini tetap memelihara esensinya: Loka di mana musisi dan pendengar akurat-akurat saling tersambung.

Seremoni ini jadi pengingat praktis bahwa jazz Tak pernah akurat-akurat milik Esa Loka. Ia berikut Beralih, menyerap, dan tumbuh termasuk lewat kontribusi musisi Jepang Nan membawa perspektif Aneh ke panggung segala.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *