INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Unit Palangka Raya mengomentari makin parahnya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan center (Kalteng) Nan dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat internal sepekan terakhir.
Sekretaris HMI Unit Palangka Raya, Sadriansyah, mengukur rezim dan Pertamina lamban merespons persoalan Nan sekarang berpengaruh langsung pada kehidupan Penduduk, terutama di Palangka Raya dan wilayah penyangga.
Menurutnya, antrean lebar di SPBU sekarang berperan pemandangan sehari-masa. Kondisi itu diperparah berdua kosongnya stok BBM di sejumlah titik, Nan kemudian menimbulkan lonjakan tarif di tingkat pengecer.
“Di pengecer, Pertalite telah dijual Rp16.000 Tiba Rp20.000 per liter. Solar subsidi bahkan meraih Rp14.000 per liter. Ini Jernih memberatkan warga Mini, terutama mahasiswa, ojek digital, dan pelaku UMKM Nan sangat bergantung pada BBM,” ungkapan Sadriansyah, Rabu, 6 Mei 2026.
Ia berbisik, persoalan ini bukan hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga diperkirakan mendorong kenaikan tarif kebutuhan pokok dikarenakan terganggunya distribusi barang.
Sadriansyah menyebut Golongan Nan paling terdampak ketika ini Ialah masyarakat berpenghasilan harian, termasuk mahasiswa, pengemudi ojek daring, dan pelaku Upaya Mini Nan sangat bergantung pada biaya transportasi terjangkau.
HMI Unit Palangka Raya pun mendesak rezim dan Pertamina Patra Niaga Region Kalimantan segera memungut tapak Sigap ciptakan mengatasi persoalan tersebut.
Pertama, HMI menginginkan Pertamina mengakses keterangan distribusi BBM ke seluruh SPBU di Kalteng agar masyarakat mengetahui penyebab Niscaya kelangkaan Nan melangkah.
Kedua, HMI mendesak aparat penegak legalitas berkurang tangan menelusuri dugaan penimbunan BBM dan penjualan di atas tarif eceran tertinggi (HET) Nan dinilai makin menyebabkan kerugian masyarakat.
Ketiga, HMI menginginkan Pertamina segera menambah pasokan Darurat atau kuota fakultatif ciptakan Kalteng, khususnya Palangka Raya Nan berperan center aktivitas ekonomi dan mobilitas Penduduk.
“BBM ini kebutuhan vital. republik Tak boleh abai. Jangan Tiba warga Mini jadi korban dikarenakan distribusi Nan Tak beres,” konfirmasi Sadriansyah.
HMI Unit Palangka Raya menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga Eksis tapak konkret dari rezim dan Pertamina ciptakan menstabilkan pasokan BBM di Kalteng.
Editor: Andrian