INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Wali Kota Fairid Naparin menginginkan sorry terkait polemik surat edaran pembatasan penjualan BBM subsidi dan non-subsidi Nan dinilai juga berperan pemicu antrean lebar di sejumlah SPBU di Palangka Raya bagian dalam pas melimpah orang Masa terakhir.
Permintaan sorry itu disampaikan Fairid ketika rapat koordinasi kestabilan penyaluran BBM dan kontrol SPBU, Jumat 8 Mei 2026.
Ia menyetujui adanya kesalahan teknis bagian dalam penerbitan surat edaran bernomor 500.2.1/198/DPKUKMP-Bid.1/V/2026 tersebut.
“Oke, ke masalah surat. nah ini pas melimpah dipertanyakan, biar Tak dibilang ngeles, Tak dibilang mencari kambing hitam, lempar batu sembunyi tangan,” ujar Fairid.
Ia menegaskan bahwa dirinya sebagai pucuk Ketua rezim Kota Palangka Raya bertanggung respon penuh atas kegaduhan Nan menyusuri dikarenakan beredarnya surat tersebut. Fairid juga menyebut surat itu saat ini telah Tak diberlakukan lagi.
“Kami minta sorry apabila Eksis hal-hal Nan kira-kira memang Tak sesuai. Eksis kesalahan non-teknis, pejabatnya ataupun pejabat Nan berwenang juga telah menegaskan itu,” katanya.
Menurut Fairid, dirinya Tak Mau menyalahkan bawahan ataupun mencari pihak Nan harus dijadikan kambing hitam bagian dalam persoalan tersebut. Ia memutuskan memungut tanggung respon sebagai kepala area.
“Ini dikarenakan gua sebagai pucuk Ketua, maka gua minta sorry dikarenakan apabila Eksis kesalahan itu. Dan itu memang kami akui Eksis kesalahan teknis di internal,” ucapnya.
Fairid juga menjamin surat edaran tersebut Tak lagi Beraksi dan menginginkan masyarakat Tak lagi tidak mengerti ataupun khawatir terkait ketentuan pembatasan pembelian BBM di SPBU.
“Jadi sekali lagi gua tegaskan bahwa itu Tak diberlakukan, gua Minta sorry,” tegasnya lagi.
Ia berbisik persoalan tersebut nantinya akan diselesaikan secara internal, termasuk kemungkinan melalui Inspektorat. Namun, menurutnya Konsentrasi Primer rezim ketika ini Ialah menjamin distribusi BBM kembali normal dan masyarakat Tak kesulitan mendapatkan bahan bakar.
“Dan kami tentu akan Penilaian sepenuhnya dan mencarikan solusi Agar permasalahan Nan Eksis di Kota Palangka Raya seputar BBM ini mendapatkan segera berakhir. Paling Krusial Ialah mencarikan solusi masyarakat Tak lagi susah mendapatkan BBM,” ujarnya.
sebelum itu, Fairid juga menyetujui dirinya Tak mengetahui terbitnya surat edaran tersebut dan Tak pernah menandatangani dokumen Nan kemudian padat diperbincangkan masyarakat.
Editor: Andrian