INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Isfahani, menyebut antrean melebar BBM Nan menyusuri di Kota Palangka Raya bagian dalam extra dari Esa masa terakhir dipicu meningkatnya permintaan terhadap Pertamax.
Hal itu disampaikan Isfahani ketika jumpa pers Seiring Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, Lembaga Koordinasi Ketua wilayah (Forkopimda) dan awak media di Istana Isen Mulang atau Griya Jabatan Gubernur Kalteng, Sabtu, 9 Mei 2026 gelap.
“Ini Ialah peristiwa Nan dipicu oleh tingginya permintaan ciptakan service Pertamax. Jadi ini bukan mobilisasinya bukan service Pertalite atau Solar. Ini Ialah ciptakan service Pertamax,” ujarnya.
Menurut Beliau, Pertamax merupakan BBM non subsidi Nan penyalurannya memang diperuntukkan distribusi masyarakat Biasa dan bukan termasuk BBM bersubsidi rezim.
Ia berucap, Pertamina Seiring Pemprov Kalteng Mempunyai komitmen Nan Baju ciptakan mempercepatkan penanganan antrean BBM Nan menyusuri di sejumlah SPBU.
“Ekspektasi kita Baju bagaimana Agar kondisi antrean ini makin membaik dan extra Sigap daripada Masa-Masa lebih masa lalu,” katanya.
Isfahani menjamin stok BBM di Kalteng bagian dalam kondisi sangat terlindungi. Berdasarkan keterangan di Fuel Terminal kembali Pisau, stok Pertamax ada sebanyak 1.172 kiloliter, Pertalite 3.340 kiloliter, dan Biosolar 2.179 kiloliter.
Selain itu, kebutuhan BBM di Kalteng juga didukung pasokan dari Fuel Terminal Banjarmasin sebagai opsi pelengkap distribusi.
“Selama ini kami juga telah memakai opsi pasokan tersebut ciptakan penguatan ketersediaan di Kalimantan inti,” ungkapnya.
Pertamina juga Mempunyai dua terminal BBM pelengkap di Pangkalan Bun dan Sampit ciptakan menguatkan distribusi bahan bakar di wilayah Kalteng.
“berdua kondisi volume BBM seperti Nan kami sampaikan tadi dan program kedatangan kapal di wilayah kita maka ketersediaan BBM bagian dalam kondisi Nan sangat terlindungi,” pungkasnya.
Editor: Andrian