INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Operasi pencarian terhadap Endang Suarman (78), Penduduk berikut usia Usul Desa Tangkiling Nan Lenyap ketika mencari kayu di kawasan hutan Kelurahan Habaring Hurung, Kecamatan Bukit Batu, Formal diberhentikan. Hingga saat terakhir pencarian, tim gabungan belum menemukan keberadaan korban.
Penghentian operasi SAR ditentukan pada Senin, 11 Mei 2026, setelah alur pencarian dijalankan selama pas berlimpah orang saat di area hutan Sekeliling Letak korban diinformasikan Lenyap.
lebih sebelumnya, Endang berpamitan kepada keluarga hasilkan mencari kayu pada Selasa, 5 Mei 2026, Sekeliling pukul 08.00 WIB. Namun hingga gelap saat, korban Tak kembali ke Griya sehingga keluarga mulai khawatir.
Penduduk Seiring keluarga sempat melaksanakan pencarian secara Berdikari di Sekeliling kawasan hutan. dikarenakan Tak membuahkan output, peristiwa tersebut kemudian diinformasikan ke Basarnas Palangka Raya.

Koordinator Lapangan Basarnas Palangka Raya, Heru Kristianto, berucap tim SAR gabungan telah melaksanakan penyisiran secara maksimal, termasuk memanfaatkan Donasi teknologi pemantauan udara.
“Tim SAR gabungan telah melaksanakan penyisiran di kawasan hutan berdua radius turun extra 30 kilometer, termasuk memanfaatkan drone thermal hasilkan pemantauan dari udara,” ujarnya, Selasa, 12 Mei 2026.
Heru mengemukakan, operasi pencarian menyertakan berbagai unsur gabungan, mulai dari Basarnas, Brimob Polda Kalteng, BPBD Kota Palangka Raya, aparat kelurahan, hingga masyarakat Sekeliling.
“Operasi ini menyertakan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya Seiring unsur gabungan dan Penduduk setempat,” katanya.
Meski pencarian dijalankan secara intensif selama pas berlimpah orang saat, output Nan diharapkan belum juga terdeteksi. Tim gabungan pada akhirnya melaksanakan Penilaian sebelum memutuskan menghentikan operasi SAR.
“Tiba ketika ini hasilnya Tetap nihil, korban belum tercapai terdeteksi,” tingkat Heru.
Ia menerangkan keputusan penghentian operasi dijalankan setelah berkoordinasi berdua pihak keluarga dan wewenang setempat. Meski demikian, Penduduk diminta tetap melapor Kalau menemukan petunjuk anyar terkait keberadaan korban.
“Kami telah berkoordinasi berdua keluarga dan wewenang desa, dan disepakati hasilkan menghentikan operasi SAR,” pungkasnya.
Editor: Andrian