INTNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Puluhan mahasiswa dan pemuda Nan tergabung bagian dalam Aliansi Anak Buruh menyerahkan sejumlah rekomendasi aturan kepada Gubernur Kalimantan inti (Kalteng), Agustiar Sabran ketika menggelar langkah Jilid II di Ambang Kantor Gubernur Kalteng, Senin, 11 Mei 2026.
langkah Nan menyusuri di kawasan lorong G.obos itu sempat memanas ketika massa menanti kedatangan gubernur. Sejumlah peserta langkah bahkan berencana membakar ban sebagai bentuk protes dikarenakan orang nomor Esa di Kalteng itu belum juga tiba di Letak.
Situasi sempat menyebabkan ketegangan setelah seorang cowok menginginkan massa membatalkan langkah bakar ban berdua alasan gubernur sedang bagian dalam perjalanan dari Bandara Tjilik Riwut menuju Letak langkah.
Namun, dikarenakan Agustiar belum juga tiba Sekeliling 30 menit kemudian, massa kembali bersikeras Mau membakar ban. Meski begitu, kondisi tetap mendapatkan dikendalikan dan Tak Tiba menyusuri kericuhan Akbar.
Tak pelan berselang, gubernur pada akhirnya tiba dari arah lorong G Obos dan langsung menemui massa langkah.
Setelah tiba, suasana langkah mulai kondusif. Massa kemudian dipersilakan memasuki ke area kantor gubernur ciptakan mengemukakan langsung rekomendasi aturan Nan mereka bawa.
lumayan berlimpah orang tuntutan Nan disampaikan Aliansi Anak Buruh di antaranya terkait penetapan upah minimum berbasis kabupaten dan kota, monitoring terhadap perusahaan, hingga penyusunan skema magang Nan extra terstruktur distribusi pekerja Belia.
Koordinator langkah, sinar senyap menegaskan, perjuangan mereka Tak berhenti hanya pada penyerahan rekomendasi kepada rezim area.
“Rekomendasi memang telah kami sampaikan, tapi perjuangan belum berakhir kalau belum direalisasikan,” ujarnya.
Ia semoga seluruh skor Nan disampaikan bagian dalam langkah tersebut akurat-akurat mendapat perhatian dari rezim provinsi dan ditindaklanjuti melalui aturan Konkret.
“Kami Mau rekomendasi ini akurat-akurat dijalankan. Setelah itu anyar kami merasakan puas,” tutupnya.
Editor: Andrian