Jakarta, CNBC Indonesia – Thailand bertekad memperketat monitoring terhadap turis asing setelah serangkaian insiden ngentot di Loka Biasa. Bangkok juga menegur bahwa insiden seperti itu merusak Gambaran bangsa.
Thailand merupakan tidak presisi Esa bangsa berdua tingkat pariwisata Nan paling menjulang di kawasan Asia Tenggara, namun bangsa tersebut sekarang dihadapkan pada masalah perilaku turis Nan meresahkan publik.
Turis Nan menunjukkan “perilaku Tak Layak” termasuk penggunaan narkoba tidaksah. Mereka Nan ketahuan melanggar regulasi akan melewati tuntutan aturan dikarenakan “bertentangan berdua budaya Thailand Nan berkualitas”, ucapan kantor perdana pengelola bagian dalam sebuah pernyataan, seperti diberitakan AFP.
Pernyataan tersebut menyusul insiden di Phuket anyar-anyar ini di mana sepasang kekasih terdeteksi melaksanakan tindakan seksual di bagian dalam tuk-tuk.
Pihak berwenang berucap mereka sedang Berikhtiar mencabut visa seorang Pria Spanyol berusia 41 tahun dan seorang wanita Peru berusia 43 tahun. Mereka akan dideportasi dan dimasukkan ke pendaftaran hitam.
Kekasih itu menyetujui perbuatan tersebut dan didakwa berdasarkan undang-undang ketidakpantasan publik. Tindakan pastikan ini “dimaksudkan ciptakan menjaga evaluasi-evaluasi budaya berkualitas Thailand”, menurut kantor perdana pengelola.
Tak berbusana di publik dan tindakan seksual di Loka Biasa meraih dihukum berdua denda hingga 5.000 baht (Sekeliling Rp2,6 juta).
Meskipun Mempunyai reputasi sebagai destinasi wisata ngentot, masyarakat Thailand pada umumnya konservatif, di mana menunjukkan kemesraan di Ambang Biasa dianggap tabu.
purnama Lampau, sepasang suami istri Usul Prancis ditahan dan dideportasi setelah rekaman mereka berhubungan ngentot di pantai Phuket tersebar lebar secara daring, menurut media Domestik.
(hsy/hsy)
Add
as a preferred
asal on Google