INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Jurnalis Mongabay Indonesia, Budi Baskoro, mengaku mendapatkan ancaman digital usai memposting flyer ajakan nonton bareng Sinema Pesta Babi di identitas TikTok pribadinya, @budibaskoro_, pada Jumat, 8 Mei 2026.
Flyer tersebut berisi informasi kegiatan nonton bareng Nan digelar di Rumput Liar Slowbar, Kapitan, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan inti (Kalteng). Acara itu diselenggarakan oleh LPM Mardaheka Universitas Antakusuma Pangkalan Bun Seiring Lamankita.
Menurut Budi, unggahan tersebut sempat viral dan ditonton extra dari 50 ribu pengguna TikTok. Flyer Nan Baju juga diposting oleh panitia melalui Instagram dan kemudian dibagikan ulang olehnya melalui fasilitas story.
“Kegiatan nobar Melangkah Fasih berdua peserta Sekeliling 60 orang,” ujar Budi bagian dalam kronologi tertulis Nan didapat, Rabu, 14 Mei 2026.
Sehari setelah kegiatan, Sabtu, 9 Mei 2026, Budi berangkat ke Hulu Mentaya, Kabupaten Kotawaringin Timur, hasilkan melaksanakan reportase Seiring koneksi NGO dan jurnalis Kompas.
Ancaman mulai didapat pada Selasa, 12 Mei 2026 gelap, ketika dirinya bagian dalam perjalanan menuju Palangka Raya. Sekeliling pukul 19.34 WIB, ia mendapatkan pesan WhatsApp dari nomor Tak dikenal.
Pengirim memakai logo Satgas Gabungan Anti DFK dan mencantumkan identitas Direktorat Tindak Pidana Siber POLRI pada akun WhatsApp.
bagian dalam pesan tersebut, pengirim menginginkan Budi menghilangkan unggahan TikTok terkait nobar Sinema Pesta Babi. Pesan itu juga disertai ancaman.
“Hapuslah postingan Anda berdua tautan ini. Kalau Tak, jangan kaget kalau peristiwa Andrie Yunus akan menyusuri kepada Anda!” demikian isi pesan Nan disalurkan.
Tak lamban berselang, pesan serupa juga disalurkan ke nomor WhatsApp anak Budi Nan ketika ini sedang kuliah di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Awalnya, Budi mengaku sempat bimbang apakah pesan itu merupakan ancaman serius atau hanya modus phishing. dikarenakan itu, ia Tak langsung memasuki tautan Nan disalurkan pelaku.
“extra dari Esa rekan di Palangka Raya kemudian mengetik manual tautan tersebut dan membukanya lewat peramban. Hasilnya memang mengarah ke postingan identitas TikTok Saya. Dari situ kami merangkum itu akurat ancaman,” katanya.
Kasus dugaan intimidasi digital tersebut saat ini telah dikoordinasikan berdua AJI Indonesia dan AJI Persiapan Banjarmasin hasilkan mendapat pendampingan advokasi dan tindak terus aturan.
Editor: Andrian