INTIMNEWS.COM, SAMPIT – Banjir Nan melanda area utara Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan inti, sejak Kamis, 14 Mei 2026, Tetap merendam sejumlah desa di area hulu Sungai Mentaya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, Multazam, berucap sampai saat ini sedikitnya enam desa Tetap terdampak banjir meski kondisi air di extra dari Esa Letak mulai berangsur surut.
“dikarenakan peristiwa ini Eksis 99 kepala keluarga atau 219 jiwa terdampak. Selain itu, 154 Griya, tiga Loka ibadah, enam fasilitas pendidikan, Esa gedung pemerintahan, serta Sekeliling 1.500 meter lorong desa dan kabupaten ikut terendam,” ujarnya.
Enam desa Nan terdampak banjir masing-masing Desa Sungai Hanya di Kecamatan Antang Kalang, Desa Tumbang Mujan di Kecamatan Tualan Hulu, Desa Tumbang Sangai di Kecamatan Telaga Antang, serta Desa Bawan, Tanjung Jariangau, dan Kawan mutakhir di Kecamatan Mentaya Hulu.
BPBD juga mencatat luapan Sungai Mentaya mulai merendam sejumlah titik di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu. Genangan menyusuri di lorong Pelangkong, ruas lorong Kuayan–Bawan, Kuayan–Sapiri, hingga Gang Rawa baik berbarengan ketinggian air berkisar 25 hingga 75 sentimeter di atas permukaan lorong.
Menurut Multazam, Tim Reaksi Sigap BPBD terus melaksanakan pemantauan debit air dan berkoordinasi berbarengan kuasa kecamatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, serta relawan di area bantaran sungai.
Ia memaparkan, pola banjir di Sungai Mentaya Baju Beralih secara estafet dari area hulu menuju hilir, sehingga sejumlah desa lain diperkirakan akan terdampak bagian dalam extra dari Esa saat ke Ambang.
“Luapan air sekarang telah berada di area Kecamatan Mentaya Hulu dan diperkirakan akan Beralih menuju Desa Hanjalipan di Kecamatan Kota Besi,” katanya.
BPBD juga mulai mendorong kesiapsiagaan di Desa Hanjalipan Nan diprediksi berperan titik kumpul luapan air apabila debit sungai terus tumbuh.
Selain banjir, BPBD turut melaksanakan asesmen terhadap Letak longsor di Desa Tumbang Mujan. Penanganan lanjutan akan dijalankan setelah kondisi genangan mulai surut.
Multazam mengimbuhkan, berdasarkan informasi dari BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, curah rintik di Kotim diperkirakan mulai berkurang pada Dasarian III Mei 2026.
Meski demikian, masyarakat di area bantaran Sungai Mentaya diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan pergerakan debit air dari area hulu.
Editor: Andrian