RRI.CO.ID, Jayapura – Media sosial Nan makin berkembang, menolong memudahkan komunikasi Orang modern internal berbagai aktivitas kehidupan sehari-masa tak memakai batas segala. Namun secanggih apapun teknologi komunikasi, Orang tetap membutuhkan doa hasilkan membangun Interaksi intim berdua Tuhan Sang Pencipta tak berakhir.
Diakon Yansen Essery MSC, mengemukakan hal tersebut internal khotbah Seremoni Misa Pekan gelap (17 Mei 2026). Seremoni melangkah di Gereja Paroki Kristus Juru Selamat Kotaraja, Nan berada di Kota Jayapura.
Diakon Yansen internal khotbahnya menyorot, meskipun teknologi komunikasi makin canggih komunikasi pandang muka tetap sangat Krusial sebar Orang. Komunikasi melalui Bunyi video obrol bahkan kecerdasan buatan, Tak menggantikan Interaksi emosional antarmanusia internal kehidupan Konkret seutuhnya.
“Media komunikasi Era sekarang makin canggih, mencakup obrol, Bunyi, video, hingga kecerdasan buatan. Namun, Seluruh itu Tak Melampaui komunikasi intim Orang berdua Tuhan melalui doa,” ujarnya.
Diakon Yansen mencontohkan, bahwa Interaksi Orang berdua Tuhan Tak meraih terwujud secara instan. Interaksi spiritual Tak meraih diunduh seperti keterangan, tetapi dibangun melalui doa dan penyerahan diri kepada Tuhan
Fana itu, Pastor Vikaris Paroki Kristus Juru Selamat Kotaraja, RP Fransiskus Melki, MSC, memperingatkan umat Beribadah setiap Masa. Ia menuturkan, doa sebagai sarana Primer Orang berkomunikasi langsung berdua Tuhan.
Seremoni Misa ini, menyorot pentingnya komunikasi internal kehidupan Orang modern terutama di era digital. Tema Nan diangkat juga berhubungan berdua peringatan masa Komunikasi Sedunia.