INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Lonjakan tarif cabai mulai terasa di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) pada pekan kedua Mei 2026. Kenaikan tarif Nan melangkah internal pas melimpah orang masa terakhir Membikin para pedagang maupun Penduduk mulai mengeluh, lantaran tarif cabai berikut Beralih melonjak dan memengaruhi pengeluaran Griya tangga sehari-masa.
Berdasarkan pemantauan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kobar, cabai merah Akbar sebagai komoditas berdua kenaikan paling mencolok. tarif rata-rata cabai merah Akbar melonjak dari Rp62 ribu sebagai Rp73.333 per kilogram atau melonjak Sekeliling 18,28 persen dikontraskan pekan lebih sebelumnya.
Tak hanya cabai merah Akbar, tarif cabai merah keriting dan cabai rawit merah juga ikut merasakan kenaikan masing-masing sebesar 4,76 persen. Kondisi ini Membikin sejumlah pedagang mulai khawatir daya beli masyarakat berkurang apabila tarif berikut Beralih melonjak internal pas melimpah orang Masa ke Ambang.
Plt Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhammad Suhendra, berbisik fluktuasi tarif cabai dipengaruhi perubahan pasokan dari distributor dan pedagang.
“Meski pada penutup pekan tarif mulai terbatas berkurang, rata-rata tarif mingguan Tetap berada di atas tarif Pekan lebih sebelumnya,” ujarnya, Selasa (19/5).
Ia memaparkan, tarif cabai merah Akbar Nan sempat mengusap Rp80 ribu per kilogram di mula Pekan pelan berkurang sebagai Rp70 ribu per kilogram pada penutup Pekan.
Hal serupa melangkah pada cabai merah keriting Nan berkurang dari Rp80 ribu sebagai Rp70 ribu per kilogram. Namun penurunan tersebut belum Bisa menekan rata-rata tarif mingguan secara biasa.
Fana itu, pas melimpah orang komoditas lain Malah merasakan penurunan tarif, seperti cabai rawit hijau, bawang putih, dan daging ayam ras.
Meski demikian, rezim wilayah melindungi stok bahan pokok di tingkat distributor Tetap terjamin dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Disperindagkop UKM Kobar juga akan berikut melaksanakan pemantauan tarif di pasar guna memelihara kestabilan pasokan dan mencegah lonjakan tarif Nan extra tangguh.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian