Big boobs Disorot soal Jalur Biru, Kadis PUPR Kalteng catatan Seluruh Kritik – Intim News


INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pekerjaan Biasa dan Penataan Ruang (PUPR) Kalteng, Juni Gultom, terlihat mencatat berbagai masukan dari wartawan dan jurnalis terkait polemik jalur biru di Kota Palangka Raya.

Hal itu terlihat internal pertemuan antara rezim Provinsi (Pemprov) Kalteng Nan dipimpin langsung oleh Gubernur Agustiar Sabran Seiring awak media dan insan pers Nan membahas berbagai topik terutama proyek marka jalur biru Nan belakangan penuh disorot masyarakat dikarenakan dinilai susut matang internal pelaksanaannya sehingga berakibat cat Nan dipergunakan Sigap memudar dan luntur terkena air gerimis, Selasa, 19 Mei 2026.

Sejumlah wartawan mengemukakan kritik dan rekomendasi agar rezim wilayah, khususnya DPUPR Kalteng, extra matang internal Membikin policy maupun menjalankan proyek penataan kota.

Masukan Nan disampaikan mulai dari pentingnya sosialisasi kepada masyarakat, kualitas material pengerjaan, hingga perlunya monitoring langsung di lapangan agar proyek Tak menuai polemik setelah dikerjakan.

“Kalau konsepnya baik harus dijelaskan dari permulaan ke masyarakat Agar Tak menimbulkan keliru Mengerti,” ujar keliru Esa wartawan internal Obrolan tersebut.

pas berlimpah orang jurnalis juga mengukur pengerjaan jalur biru terkesan terburu-buru dikarenakan marka jalur telah dicat sebelum seluruh konsep dan simbol pendukung berakhir dipasang.

internal pertemuan itu, Juni Gultom terlihat pas berlimpah orang kali menulis skor-skor masukan Nan disampaikan wartawan. Namun, ia Tak memberikan komentar ataupun tanggapan terkait kritik Nan disampaikan internal Lembaga tersebut.

sebelum itu, Juni Gultom pernah memaparkan soal jalur biru ketika diwawancarai awak media usai menghadiri kegiatan di Kantor Gubernur Kalteng pada Senin, 11 Mei 2026 Lampau.

ketika itu, ia berbisik jalur berwarna biru tersebut dibuat sebagai ruang Seiring distribusi masyarakat, mulai dari pesepeda, pelari, pejalan kaki hingga penyandang disabilitas.

“Jadi, distribusi ruas jalur Nan memungkinkan ciptakan berbagi ruang distribusi Seluruh orang, termasuk pengguna mobil, pejalan kaki, pesepeda hingga difabel,” ucapan Juni ketika itu.

Pasang Iklan

Ia juga menegaskan jalur biru bukan diperuntukkan sebagai Loka parkir kendaraan. Menurutnya, regulasi Embargo parkir di tubuh jalur tetap Beraksi.

Selain itu, Juni menyebut pengerjaan jalur biru ketika ini Tetap internal tahap penyelesaian. Nantinya jalur tersebut akan dilengkapi simbol sepeda, jogging dan difabel agar Kegunaan jalur extra praktis dipahami masyarakat.

Terkait Rona cat Nan mulai memudar di pas berlimpah orang titik, ia berbisik pihaknya akan melaksanakan perbaikan dikarenakan pengerjaan tersebut Tetap tahap percobaan.

“Ya, di masa depan kita perbaiki lagi ya. Ini anyar percobaan,” ujarnya.

Juni juga memaparkan anggaran pengecatan jalur biru berasal dari anggaran pemeliharaan jalur rutin di masing-masing ruas jalur dan dikoordinasikan melalui UPT jalur.

“Itu dari pemeliharaan jalur saja. Pemeliharaan jalur itu misalnya internal kota, kan Eksis masing-masing ruas jalur. Itu koordinasi berbarengan UPT-UPT jalur, Eksis Nan Rp200 juta, Eksis Nan Rp100 juta. Jadi per masing-masing ruas jalur,” jelasnya.

ciptakan terungkap Jalur tersebut dilaksanakan di sejumlah ruas jalur seperti jalur M.H. Thamrin, jalur Willem A. Samad, jalur RTA Milono, jalur Imam Bonjol hingga kawasan Bundaran Akbar Palangka Raya.

Polemik jalur biru sekarang juga inti ditindaklanjuti Inspektorat Kalteng setelah mendapat perhatian besar dari masyarakat dan penuh diperbincangkan di media sosial.

Editor: Andrian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *