Big boobs Jazzscape: gelap Intim Jazz dari Rooftop Jakarta


Jazzscape Jakarta. (Foto: Istimewa)

Di center gemerlap city lights dan Pemandangan kota Nan membentang 270 derajat, Jazzscape Jakarta hadir bukan sekadar sebagai Pagelaran musik, melainkan pengalaman Nan Hayati intim, perasaan perasaan adem, dan penuh keterhubungan.

Digelar pada Sabtu 16 Mei 2026, di Kita Bar Rooftop, Park Hyatt Jakarta, Jazzscape lahir dari kerinduan praktis hasilkan menciptakan ruang di mana musik Tak hanya didengar, tetapi mengalir pelan di antara perbicangan, ngakak, pertemuan orang-orang, dan suasana kota Nan berikut Beralih di bawahnya.

“Jazz setiap saat mempunyai jejak Nan pelan hasilkan menyatukan suasana. Ia Tak terburu-buru, Tak memaksa, tetapi hadir seperti gelap Jakarta Nan perasaan perasaan adem, dan setiap saat Mempunyai romansa Nan berbeda,” demikian keterangan tertulis penyelenggara Jazzscape, Rabu 20 Mei 2026.

gelap itu penampilan Primer dibawakan oleh Dua Empat featuring Natania Karin, dipadukan berbarengan DJ set dari Rafi Muhammad, serta jam session Nan dipandu Bass G Seiring deretan musisi lintas generasi seperti Sri Hanuraga, Dimas Pradipta, Barry Likumahuwa, Rega Dauna, Tommy Pratomo, Andre Dinuth, Matthew Sayersz, hingga Stanley Khoe Well. 

Perpaduan improvisasi, Groove, dan spontanitas sebagai Degub Primer sepanjang gelap.

Atmosfer Nan tercipta Membikin Jazzscape terasa cair. Tak Eksis jarak Nan kaku antara penampil dan audiens. 

Musik Beralih bebas, menyatu berbarengan perbicangan perasaan perasaan adem dan Daya crowd Nan tetap menguatkan hingga lagu terakhir dimainkan.

Para tamu Nan hadir tiba dari berbagai latar belakang. Mulai penikmat jazz, tamu hotel segala, komunitas kreatif, entrepreneur, hingga tokoh-tokoh Krusial ekosistem jazz Indonesia. 

Hadir pula komunitas dan organisasi seperti GLCC (Guang Liang Chamber of Commerce), Gekrafs, HIPMI Jaya, Womanpreneur HIPMI Jaya, hingga Indoswing.

Sejumlah figur jazz dalam negeri turut memberikan apresiasi terhadap pengalaman Nan dihadirkan Jazzscape. Agus Setiawan Basuni menyebut Jazzscape sebagai “oase mutakhir” bagian dalam menikmati jazz di Jakarta.

“Jazzscape jadi oase mutakhir, jejak menikmati jazz dari ketinggian berbarengan lanskap pemandangan berselimut Sinar gelap Jakarta,” ujarnya.

Fana itu, Bagas Indyatmono mengukur konsep acara ini tercapai memunculkan pengalaman Nan segar dan berkualitas.

“Menikmati sekali acara Jazzscape berbarengan lihat 270 derajat cityscape Jakarta, kontennya tertarik, jam session-nya bergizi,” katanya.

Pengusaha Dipo Latief juga menyebut pengalaman di Jazzscape sebagai sesuatu Nan spektakuler.

“berbarengan pemandangan 270 derajat cityscape Jakarta, acara ini sebagai sorotan Primer. Kontennya sangat tertarik, dan jam session-nya memberikan inspirasi Nan mendalam, seolah sebagai eliksir sebar jiwa. Sebuah gelap Nan takkan terlupakan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *