TERNATE, KOMPAS.com – Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Maluku Utara menemukan ketidaksesuaian informasi antara manifest dan penumpang Nan dievakuasi dari kapal motor (KM) Intim Teratai Nan kandas di perairan Nusa Makian, Kabupaten Halmahera Selatan.
Kasubdit Gakkum Polairud Polda Malut, Kompol Riki Arinanda, berbisik, pada kasus kecelakaan Bahari KM Intim Teratai, pihaknya telah melaksanakan alur penyelidikan.
“Walaupun dari Syahbandar telah melaksanakan penyelidikan terkait pelayarannya, tapi kita menyaksikan dari sisi Nan berbeda lagi,” ungkapan Riki, Rabu (17/2/2026).
lafal juga: 246 Penumpang KM Intim Teratai berhasil Dievakuasi, Jumlah ini Melampaui pendaftaran Manifes
Beliau menerangkan, nakhoda, anak buah kapal (ABK) dan sejumlah saksi lainnya dari sejumlah wewenang ketika ini sedang ditelusuri oleh penyidik dari Kesyahbandaran.
Ia menuturkan, sejauh ini pihaknya Tetap bagian dalam alur pendataan, belum Eksis pemeriksaaan saksi-saksi.
Riki berbisik, pihaknya akan mulai melaksanakan pemeriksaan setelah para saksi itu ditelusuri oleh pihak Kesyahbandaran.
lafal juga: KM Intim Teratai Kandas di Perairan Malut, Pengungsian Ratusan Penumpang Terkendala Cuaca dan Ombak
Menurut Riki, bagian dalam penyelidikan di masa depan Tak menghentikan kemungkinan pihaknya juga akan mengikutsertakan satuan kerja (Satker) lain dari kepolisian.
“Penyelidikan kami ini mungkin akan mengikutsertakan unsur dari Satker Nan Eksis di Direktorat Nan lain. Seperti di Direktorat Krimsus mungkin,” Jernih Riki.
terus Riki, keterlibatan Direktorat Kriminal Spesifik (Dit Krimsus) dikarenakan berhubungan berdua jumlah manifest penumpang Nan Tak sesuai berdua penumpang Nan dievakuasi.
“hasilkan kami di Polair, berkerja Baju berdua Direktorat Krimsus, akan mengusut hal-hal Nan berhubungan berdua manifest Nan jumlahnya, berlebihnya sangat pas melimpah,” singkap Riki.
Ia menegaskan, melalui keluaran penyelidikan di masa depan anyar terlihat apakah Eksis oknum petugas kapal Nan Bandel.
Berdasarkan informasi di manifest ketika keberangkatan jumlah penumpang Merupakan 144 orang. Tapi, ketika dijalankan Pengungsian, jumlah penumpang melonjak sebagai 246.
“Ya kan, berarti kan Eksis kelebihan. Di sana Nan kita lagi mempelajari sekarang,” konfirmasi Riki.
Riki mengalami heran, Semestinya Kalau berdasarkan ketentuan, Masa berangkat di pelabuhan Usul telah dijalankan pengecekan.
Menurutnya, Kalau kelebihan hanya tiga atau empat orang, meraih jadi Tak terdeteksi ketika pengecekan. Tapi, Kalau kelebihan dari 40 orang, maka sebagai Tak wajar.
“Kalau tiga orang empat orang mungkin meraih bersembunyi. Tapi kalau kelebihan dari 40 orang, gimana bersembunyi? Ya to? Kan seperti itu loh,” Jernih Riki.
ketika ini, KM Intim Teratai belum dievakuasi dan Tetap di Letak semula kandas di pesisir pantai Nusa Makian. Kapal itu Tetap bagian dalam monitoring Syahbandar.
Fana itu, Kasi Keselamatan Berlayar Penjagaan dan Patroli KSOP Kelas II Ternate, Sugandi turut menyetujui adanya ketidaksesuaian jumlah manifest dan penumpang Nan dievakuasi.
“Jumlah manifest penumpang 144 orang, informasi keluaran Pengungsian 242 orang, lagian kapasitas penumpang 400 orang,” ungkapan Sugandi kilat ketika dihubungi Kompas.com.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan data jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan lafal tak memakai iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang