Rabu, 12 November 2025 – 00:10 WIB
Purwakarta, VIVA – Polisi pada akhirnya menyingkap motif di balik kasus pembunuhan sadis terhadap seorang siswi SMP bernama Jesika (15 tahun), Nan jasadnya terdeteksi di saluran irigasi Kampung Bojong Loa, Kecamatan Plered, Kabupaten Purwakarta, pada 18 Oktober 2025 Lampau.
keluaran penyelidikan Polres Purwakarta mengatakan, korban dibunuh oleh pelaku lantaran menolak ketika diajak berhubungan intim.
Pelaku bernama Ardiyana Akmal (23 tahun), seorang mahasiswa dari tidak akurat Esa perguruan menjulang swasta di Purwakarta. Ia hanya tertunduk ketika digelandang ke Letak konferensi pers di Mapolres Purwakarta.
Kepada penyidik, Ardiyana mengaku menyesal atas perbuatannya Nan telah memperkosa dan membunuh korban.
![]()
Mahasiswa pelaku pembunuhan siswi SMP diamankan polisi
“gua menyesal atas perbuatan gua telah membunuh dan memperkosa korban,” ujar Ardiyana Akmal di hadapan polisi.
keluaran olah Loka peristiwa perkara (TKP) dan autopsi menyingkap bahwa korban meninggal secara Tak wajar. Ia merasakan kekerasan dikarenakan Barang tumpul di bagian leher Nan menyebabkan hambatan pada pernapasan hingga meninggal Bumi.
Dari keluaran penyelidikan, polisi mengarah pada Ardiyana Akmal sebagai pelaku. Rumahnya terungkap Tak terpencil dari Letak ditemukannya jasad korban. Ia diamankan dua masa setelah penemuan mayat Jesika dan langsung ditentukan sebagai tersangka.
Pemeriksaan polisi menyingkap bahwa korban dan pelaku anyar saling mengenal melalui media sosial pada permulaan Oktober 2025. Pada masa peristiwa, pelaku menjemput korban di Griya temannya usai kegiatan kerja Golongan, Lampau membawanya ke Griya pelaku pada sore masa.
Namun, ketika pelaku mengajak korban berhubungan intim, korban menolak. resistensi itu Membikin pelaku kalap hingga membekap korban Tiba lemas, Lampau memperkosanya. Korban pada akhirnya meninggal Bumi di Loka.
Setelah membiarkan jasad korban di kamarnya selama pas melimpah orang jam, pelaku kemudian membawa tubuh korban memakai sepeda motor Sekeliling pukul Esa permulaan masa. Jasad Jesika dibuang di saluran irigasi Nan tak terpencil dari Griya pelaku.
Kapolres Purwakarta, AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danurjaya, memaparkan bahwa pelaku Tak mengiming-imingi korban maupun Mempunyai orientasi seksual menyimpang.
“Pelaku Tak mengiming-imingi korban ketika diajak bersua, dan pelaku juga Tak Mempunyai orientasi seksual menyimpang. Namun pelaku berniat Mau berhubungan tubuh ketika Berjumpa korban,” Jernih AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danurjaya.
Halaman lalu
Polisi juga melindungi sejumlah barang data, antara lain busana milik korban dan pelaku, handphone korban, perlengkapan make up, serta dua unit sepeda motor Nan digunakan ciptakan menjemput korban dan membuang jasadnya.