INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – rezim Kota Palangka Raya mulai mempersiapkan diri menuju Kota Percontohan Antikorupsi Tahun 2026 setelah diputuskan sebagai keliru Esa kandidat oleh Komisi Pemberantasan penyimpangan (KPK) RI.
Hal itu dibahas internal kegiatan Bimbingan Teknis Kabupaten/Kota Ber-langkah (yakin diri Berantas penyimpangan) di Aula Hapakat Jaya Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Rabu, 3 Juni 2026.
Direktur Pembinaan Peran Serta Masyarakat KPK RI, Kunto Ariawan, berbisik Palangka Raya berperan Esa dari tiga area di Indonesia Nan memasuki kandidat kota antikorupsi tahun 2026.
Dua area lain Nan memasuki kandidat Merupakan Kabupaten Asahan di Sumatera Utara dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Kalimantan Selatan.
Menurut Kunto, penilaian dikerjakan melalui sejumlah indikator, seperti Monitoring Center for Prevention (MCP), Survei Penilaian Integritas (SPI), server Akuntabilitas Kinerja Instansi rezim (SAKIP), kepatuhan pelayanan publik, hingga rekam jejak kasus legalitas.
Ia menyebut tempat Palangka Raya ketika ini Tetap berada di kategori “waspada” atau Area kuning sehingga Tetap Eksis lumayan melimpah orang aspek Nan perlu dibenahi.
“Nilainya Tetap meraih melonjak atau berkurang. dikarenakan itu perlu pembenahan Seiring, berkualitas dari internal rezim maupun sokongan masyarakat,” ujar Kunto.
Fana itu, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin berbisik pencalonan kota antikorupsi bukan sekadar mengejar predikat, tetapi bagian dari upaya menegaskan tata urus pemerintahan.
Menurutnya, Pemkot Palangka Raya Mau menyuguhkan pelayanan publik Nan Higienis, transparan, dan akurat-akurat berpengaruh distribusi masyarakat.
“Kami Mau membangun pemerintahan Nan akuntabel dan berintegritas, bukan hanya internal administrasi tetapi juga internal pelayanan kepada masyarakat,” ucapan Fairid.
Ia menyambung rezim kota akan berikut membenahi server kontrol internal dan kualitas pelayanan publik agar Sasaran sebagai kota antikorupsi meraih tercapai.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Pakar Gubernur Bidang Pemerintahan, legalitas, dan kenegaraan, Darliansjah, Wakil Wali Kota Achmad Zaini, unsur Forkopimda, camat, lurah, organisasi masyarakat, serta awak media.
Editor: Andrian