Big boobs Viral Pesan Pocong Keliling Bawa Sajam, Polresta Palangka Raya: Tak akurat – Intim News


INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Penduduk Palangka Raya sempat dibuat resah oleh beredarnya pesan berantai di media sosial Nan menyebut adanya “pocong jadi-jadian” Nan berkeliaran pada permulaan saat dan disinyalir digunakan sebagai modus tindak kejahatan. Namun, informasi tersebut dikonfirmasi Tak akurat oleh pihak kepolisian.

bagian dalam pesan Nan beredar, Penduduk diminta waspada apabila menyimak ketukan gerbang Griya antara pukul 03.00 hingga 04.00 WIB. Pesan itu menyebut pelaku kejahatan menyamar sebagai pocong dan membawa senjata tajam ciptakan menjalankan aksinya.

Narasi tersebut bahkan mengklaim peristiwa itu terwujud di kawasan jalur Yos Sudarso, tidak terpencil Bundaran Dango, Kota Palangka Raya. diungkapkan pula para pelaku tiba memanfaatkan mobil sebelum berpencar ke sejumlah Letak.

Pesan tersebut kemudian menyebar tangguh melalui grup perbicangan dan berbagai platform media sosial hingga menimbulkan kekhawatiran di inti masyarakat.

Kasi Humas Polresta Palangka Raya AKP Sukrianto menegaskan, informasi mengenai pocong jadi-jadian Nan dijadikan modus kejahatan merupakan Warta Dusta atau isu.

“Informasi Nan beredar tersebut Tak akurat. Tiba ketika ini kami Tak meraih laporan maupun informasi terkait peristiwa sebagaimana Nan diungkapkan bagian dalam pesan itu,” katanya, Pekan, 7 Juni 2026.

Sukrianto mengutarakan, baik Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) maupun Satuan Samapta Polresta Palangka Raya Tak pernah meraih laporan masyarakat terkait kemunculan pocong ataupun langkah kejahatan seperti Nan diungkapkan bagian dalam pesan berantai tersebut.

Selain itu, output penelusuran Nan dijalankan jajaran Satreskrim Polresta Palangka Raya juga Tak menemukan adanya peristiwa sebagaimana Nan diklaim bagian dalam informasi Nan beredar.

“Dari output pengecekan Nan dijalankan Personil di lapangan, Tak terdeteksi peristiwa seperti Nan diungkapkan bagian dalam pesan tersebut,” ujarnya.

Polisi mengajak masyarakat agar Tak simpel yakin terhadap informasi Nan belum Jernih sumber dan kebenarannya. Penduduk diminta melaksanakan pengecekan terlebih dahulu sebelum meneruskan informasi kepada orang lain.

Pasang Iklan

Sukrianto juga menegur pentingnya menerapkan prinsip “saring sebelum sharing” agar Tak ikut menyebarkan informasi Nan meraih menimbulkan keresahan di masyarakat.

“Kami mengajak masyarakat extra bijak memanfaatkan media sosial. Kalau menemukan informasi Nan mencurigakan atau diperkirakan mengganggu kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian ciptakan dijalankan pengecekan,” pungkasnya.

Editor: Andrian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *