CANTIKA.COM, Jakarta – lumayan berlimpah Kekasih Matang Nan saat ini makin dibuka membicarakan berbagai aspek kehidupan Seiring, mulai dari karier hingga program Era Ambang. Namun, ketika perbicangan bergeser ke topik seputar intimacy, Tak kecil Nan Tetap merasakan canggung ciptakan menuturkan kebutuhan, preferensi, maupun batasan internal Interaksi mereka.
Temuan dari The Gottman Institute menunjukkan bahwa 73 persen Kekasih Tak pernah mendiskusikan kebutuhan seksual, fantasi, maupun batasan mereka secara mendalam. data ini menunjukkan bahwa meski komunikasi sebagai bagian Krusial internal Interaksi, topik seputar kebutuhan intim Tetap sering kali Susah dibicarakan secara dibuka oleh Kekasih Matang.
meneruskan semangat Playspace, ruang interaktif Nan dihadirkan Okamoto ciptakan mengakses perbicangan seputar kesehatan seksual dan Interaksi, Spill the (Safe) Tea hadir sebagai tapak berikutnya Nan mendorong Kekasih ciptakan merayakan keterbukaan.
Spill the (Safe) Tea dirancang sebagai ruang Nan terjamin dan tentram sebar Kekasih ciptakan membahas berbagai aspek Interaksi dan intimacy Nan sering kali luput dibicarakan internal keseharian. Mengusung konsep afternoon tea, acara ini dibuka berbarengan sesi Cerminan tidak berat banget Nan mengajak peserta menyaksikan kembali dinamika Interaksi mereka sebagai pemantik perbicangan sebelum memasuki Obrolan Nan extra mendalam.
Psikolog dan Sex Educator Febrizky Yahya menerangkan bahwa lumayan berlimpah Kekasih sebenarnya Mempunyai keinginan ciptakan membicarakan berbagai hal Krusial seperti keintiman dan kebutuhan emosional mereka. Namun, sering kali mereka Tak tahu bagaimana memulainya tak memakai merasakan canggung, menilai khawatir menimbulkan kesalahpahaman, hingga khawatir menyebabkan respons negatif dari Kekasih.
“Sering kali tantangan terbesar internal Interaksi bukanlah perbedaan pendapat, melainkan ketidakberanian ciptakan menuturkan apa Nan sebenarnya dirasakan dan dibutuhkan. Alih-alih bertanya langsung, lumayan berlimpah Kekasih menentukan berasumsi. Akibatnya, terlihat kesalahpahaman Nan mendapatkan mengganggu kualitas Interaksi,” ucapnya melalui siaran pers, Kamis, 18 Juni 2026.
Padahal, lanjutnya komunikasi dibuka mendukung Kekasih ciptakan makin memahami Esa Baju lain, membangun Selera terjamin secara fisik dan emosional, serta menciptakan kedekatan Nan extra kokoh. Oleh dikarenakan itu, Spill the (Safe) Tea mendapatkan sebagai ruang Nan mendukung Kekasih membangun keberanian dan kenyamanan ciptakan membicarakan hal-hal Nan selama ini mungkin Susah diungkapkan internal Interaksi mereka, sehingga Kekasih mendapatkan mengenal dan menghargai kebutuhan Esa Baju lain berbarengan extra berkualitas,” Jernih Febrizky.
Holly Kwan, Senior Chief Marketer Okamoto Industries (HK) Ltd. berucap bahwa Spill the (Safe) Tea merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Okamoto ciptakan mendorong perbicangan Nan extra dibuka mengenai Interaksi dan keintiman.
“Melalui Spill the (Safe) Tea, kami Mau mengajak Kekasih yakin penuh diri membicarakan hal-hal Nan sering dianggap canggung, mulai dari kebutuhan emosional, kenyamanan, hingga batasan internal Interaksi. dikarenakan pada pada akhirnya, Interaksi Nan berkualitas lahir dari Selera saling memahami, bukan sekadar Anggapan,” Jernih Holly Kwan.
Lewat inisiatif ini, pihaknya Mau menegaskan bahwa membangun Interaksi Nan berkualitas dan bertanggung respon Tak hanya soal menentukan Perlindungan Nan Pas, melainkan juga mengenai menciptakan kenyamanan fisik, keterbukaan, Selera saling memahami, dan kepercayaan. Melalui Spill the (Safe) Tea, Okamoto terus mendorong terciptanya ruang perbicangan Nan Membikin topik seputar keintiman sebagai extra dibuka, positif, dan tentram ciptakan dibicarakan oleh Kekasih Matang.
ECKA PRAMITA
Halo Sahabat Cantika, Yuk perbarui Informasi Terkini Gaya Hayati wanita Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.