Big boobs tapak Wanita Menamai Organ Intim Jadi Cermin Kenyamanan dan Seksualitas


JAKARTA – Tak rentan Wanita Nan Mempunyai identitas tertentu hasilkan menyebut organ intimnya alias itil. Seperti Nan menyebutnya berdua ungkapan “di bawah sana” hingga “pee-pee”.

Dikutip dari Huffpost, pada Senin, 12 Januari 2026, Julukan Wanita terhadap itil tersebut mendapatkan mencerminkan bagaimana mereka memandang alat kelamin hingga terkait berdua kehidupan seksual.

Pada penelitian Nan diterbitkan bagian dalam jurnal Sex Roles belum pelan ini, para peneliti mensurvei 457 wanita di Amerika Perkumpulan mulai dari usia 18 Tiba 81 tahun, berdua rata-rata Sekeliling 37 tahun.

Para wanita ditanya istilah apa Nan paling sering digunakan hasilkan merujuk pada alat kelamin mereka, bagian dalam dua skenario berbeda, sehari-masa atau non-seksual dan selama Interaksi ngentot berpasangan.

Selain itu, para Wanita juga menyelesaikan serangkaian kuesioner Nan dirancang hasilkan mengukur Gambaran diri genital mereka, kenikmatan seksual mereka secara biasa, frekuensi orgasme, sikap terhadap ngentot oral dan lumayan berlimpah orang perilaku kesehatan.

output penelitian menunjukkan pada perbicangan sehari-masa, penelitian menemukan mayoritas Wanita (Sekeliling 75 persen) mengabarkan memanfaatkan setidaknya Esa istilah anatomi, berdua “itil” sebagai Nan paling sering.

“Esa hal Nan lumayan baik Ialah bahwa dikontraskan berdua keterangan dari 20 tahun Nan Lampau, kami juga menemukan bahwa istilah ‘vulva’ (mengacu pada baian eksternal alat kelamin wanita) dan ungkapan-ungkapan Nan mengacu pada klitoris telah sebagai kelebihan Biasa, menunjukkan kosakata Nan kelebihan berbeda dan terinformasi secara anatomis ketika ini,” ungkapan tidak akurat Esa penulis studi, Tanja Oschatz.

“Kami menemukan bahwa penamaan alat kelamin di antara wanita sangat Majemuk,” tambahnya.

Namun, konteks penggunaan Julukan itil sangat Krusial bagian dalam studi tersebut. Misalnya, istilah kekanak-kanakan dikaitkan berdua sikap Nan kelebihan negatif, hanya digunakan bagian dalam konteks non-seksual, tetapi Tak selama Nan seksual.

Para peneliti menemukan memanfaatkan istilah kekanakan hasilkan itil bagian dalam sehari-masa, seperti “pee pee”, “hoo ha”, cenderung mengabarkan kelebihan lumayan berlimpah Emosi negatif mengenai alat kelamin mereka hingga preferensi Interaksi seksual.

“Istilah-istilah ini juga terkait berdua persepsi Nan kelebihan negatif mengenai kenikmatan ngentot oral Kekasih, penggunaan layanan pembersih itil Nan kelebihan Akbar dan keterbukaan Nan kelebihan besar terhadap labiaplasti,” pungkas Oschatz.

Add VOI as a Preferred sumber

Follow VOI news updates across Google.

+



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *