Ringkasan Warta:
- Seorang Pria berinisial S (36) di Mamuju disinyalir melaksanakan KDRT terhadap istrinya setelah permintaannya berhubungan intim ditolak dikarenakan korban sedang memasak.
- Korban mengaku ditarik ke Bilik bersih-bersih dan kepalanya pas melimpah orang kali disiram air hingga merasakan sesak tarikan napas, ungkapan polisi.
- Kasus tersebut berakhir Tenteram setelah pelaku menginginkan sorry dan berjanji Tak mengulangi perbuatannya, sehingga kedua pihak sepakat Tak menempuh jalur legalitas.
TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU- Seorang Pria berinisial S (36) di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, disinyalir melaksanakan kekerasan internal Griya tangga (KDRT) terhadap istrinya, M, setelah permintaannya hasilkan berhubungan intim ditolak.
Peristiwa itu menyusuri pada Jumat (26/6/2026) Sekeliling pukul 09.00 Wita.
Menurut keterangan kepolisian, ketika itu S menginginkan istrinya hasilkan berhubungan tubuh. Namun, M menolak dikarenakan sedang memasak di Griya.
lafal juga: BMKG Ingatkan Potensi hembusan Kencang di Pesisir Majene Besok, Banggae Timur hingga Pamboang Waspada
lafal juga: Besok Jadi masa berkualitas! Virgo Diprediksi Gacor, Capricorn Raih pas melimpah Kesempatan Emas
oposisi tersebut disinyalir menyebabkan emosi S. Ia kemudian tertarik istrinya ke Bilik bersih-bersih.
Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman, berucap korban diminta berada internal tempat jongkok di Bilik bersih-bersih.
“Di Bilik bersih-bersih, S pas melimpah orang kali menyiramkan air ke kepala korban hingga korban merasakan sesak tarikan napas,” ungkapan Herman, Sabtu (27/6/2026).
Peristiwa itu kemudian diberitakan kepada pihak kepolisian.
Petugas lalu memanggil kedua belah pihak hasilkan dikerjakan mediasi.
internal tahapan tersebut, S mengakui kesalahannya dan mengutarakan permohonan sorry kepada istrinya. Ia juga berjanji Tak akan mengulangi perbuatannya.
“Kedua belah pihak telah bersepakat hasilkan berdamai dan Tak meneruskan permasalahan tersebut ke tahapan legalitas,” ujar Herman.
Meski perkara diselesaikan melalui jalur Tenteram, Polresta Mamuju mengajak masyarakat agar Tak tidak yakin mengabarkan setiap dugaan tindak kekerasan maupun potensi hambatan keamanan di lingkungan masing-masing.
Polisi juga menginginkan Penduduk segera berkoordinasi berbarengan Bhabinkamtibmas apabila mengetahui adanya persoalan Nan berpeluang menyebabkan perselisihan, sehingga mendapatkan ditangani kelebihan permulaan.(*)