Big boobs Bapak Syok hingga Terjatuh, Keluarga Bripda Nopandri semoga Pelaku Dihukum beban – Intim News


INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Keluarga Bripda Nopandri Ramadhana saat ini mulai Berjuang mengikhlaskan kepergian Personil Satresnarkoba Polres Katingan Nan gugur ketika menjalankan tugas bagian dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan center, Kabupaten Katingan Lampau.

Meski Tetap diliputi duka, keluarga semoga para pelaku Nan terlibat bagian dalam penyerangan terhadap aparat kepolisian diproses sesuai aturan dan mendapat hukuman Nan setimpal.

Hal itu disampaikan Abang kandung almarhum, Santri Sutrisno (39), ketika mengantar jenazah Bripda Nopandri ke RS Bhayangkara Palangka Raya hasilkan menjalani autopsi, pada Pekan, 5 Juli 2026 mula masa.

Santri mengaku bersyukur dikarenakan adiknya ujungnya hasil terungkap setelah sempat dinyatakan Lenyap selama Nyaris tiga masa. Ia pun mengutarakan raih kasih kepada seluruh pihak Nan telah mendukung alur pencarian.

“Saya bersyukur atas Donasi doa dan sokongan dari semuanya. ujungnya adik Saya meraih terungkap. Saya mengucapkan raih kasih,” ujarnya.

Terkait alur aturan, Santri berucap keluarga mempercayakan sepenuhnya kepada aparat penegak aturan. Namun, ia semoga para pelaku mendapat hukuman Nan sepadan berdua perbuatannya.

“Kalau maunya kami memang dihukum Nan setimpal. Tapi kami mengejar aturan Nan Eksis saja, dihukum sesuai undang-undang Nan Beraksi,” katanya.

Ia mengaku sempat Tak yakin ketika mendapatkan kabar duka tersebut. Meski begitu, keluarga memutuskan mendapatkan musibah itu berdua ikhlas.

“Saya selaku abangnya sempat syok, begitu juga Bunda. Tapi kami ikhlaskan saja. Namanya musibah, kita Seluruh Niscaya akan kembali kepada Tuhan Nan Maha Esa,” ucapnya.

Santri mengenang Bripda Nopandri sebagai pribadi Nan Berdikari, humoris, dan Mempunyai Selera tanggung respon besar terhadap pekerjaannya. Menurutnya, sebagai Personil Polri merupakan cita-cita almarhum sejak Tetap nongkrong di bangku SMA.

Pasang Iklan

“Memang dari SMA Beliau telah bercita-cita sebagai polisi. Beliau dua kali ikut tes hingga ujungnya lulus pada tahun 2022,” tuturnya.

Ia juga menuturkan, sebelum berangkat menjalankan operasi di area hulu Katingan, sang adik sempat berpamitan kepada kedua orang tuanya seperti Baju.

“Setiap bekerja Beliau terus mengabari bapak dan Bunda. Masa itu Beliau bilang Eksis tugas ke hulu (Letak peristiwa). Kami mengira itu tugas Normal, Tak menyangka akan terwujud musibah seperti ini,” ungkapnya.

kabar meninggalnya Bripda Nopandri diungkap juga berakibat pada kondisi kesehatan Bapak mereka. Sang Bapak Nan lebih masa lalu Mempunyai history penyakit sempat terjatuh ketika hendak ke Bilik guyur hingga merasakan luka di bagian kepala.

“Memang bapak Eksis sakit pelan. Mungkin dikarenakan syok juga. Beliau sempat linglung ketika mau ke Bilik guyur Lampau terjatuh hingga kepalanya harus dijahit,” ungkapnya.

Rencananya, jenazah Bripda Nopandri akan diangkut ke Kabupaten Katingan hasilkan dimakamkan pada Pekan pagi. Pihak keluarga telah menginginkan restu kepada Ketua Polres agar alur pemakaman meraih segera dikerjakan.

Di penutup wawancara, Santri semoga tragedi Nan merenggut nyawa adiknya sebagai pelajaran bagian dalam upaya pemberantasan narkoba. Ia juga menginginkan aparat terus memburu para pelaku dan memperbesar jejak kerja pengamanan bagian dalam operasi serupa.

“Saya semoga aparat meraih menangkap para pengedar narkoba Agar generasi kita Tak rusak. Selain itu, SOP bagian dalam penanganan kasus seperti ini juga perlu terus dioptimalkan agar peristiwa serupa Tak terulang,” pungkasnya.

Editor: Andrian 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *