INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Di kembali kepergian Bripda Nopandri Ramadhana ketika menjalan tugas Nan menyebabkan dirinya meninggal Bumi, tersimpan saat terakhir Nan Tetap diingat keluarganya.
Merupakan ketika almarhum berpamitan kepada kedua orang tuanya sebelum berangkat mengejar operasi penggerebekan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan center, Kabupaten Katingan, pada Kamis, 2 Juli 2026 Lampau.
saat tersebut diungkapkan Abang kandung almarhum, Santri Sutrisno (39), ketika mengantar jenazah Bripda Nopandri ke RS Bhayangkara Palangka Raya hasilkan menjalani autopsi, Pekan, 5 Juli 2026 permulaan masa.
Santri berbisik, adiknya memang Mempunyai kebiasaan menghubungi kedua orang Uzur setiap kali mendapat tugas. Begitu pula sebelum berangkat menuju area hulu Katingan.
“Beliau Eksis mengabari bapak, Bunda juga Niscaya dikabari. Beliau bilang kalau Eksis tugas ke hulu (Letak peristiwa). Saya kira Normal-Normal saja, Tak menyangka akan Eksis musibah seperti ini. Memang setiap bekerja Beliau setiap saat mengabari,” ujarnya.
ketika itu, keluarga Tak Mempunyai firasat apa pun. Mereka menganggap tugas Nan dijalankan Bripda Nopandri Baju seperti tugas-tugas lebih masa lalu.
Namun, kabar duka Malah tiba lumayan berlimpah orang Masa kemudian. Bripda Nopandri diberitakan Lenyap usai operasi penggerebekan terhadap terduga bandar narkoba Nan berujung bentrokan.
Setelah Nyaris tiga masa pencarian, Bripda Nopandri ujungnya terungkap internal kondisi meninggal Bumi di aliran Sungai Katingan pada Sabtu, 4 Juli 2026 sore.
Santri mengaku, keluarga sempat terpukul ketika mendapatkan kabar tersebut. Meski demikian, mereka bersyukur dikarenakan jenazah almarhum ujungnya berhasil terungkap.
“Saya bersyukur atas Donasi doa dan sokongan dari semuanya. ujungnya adik Saya mendapatkan terungkap. Saya mengucapkan dapat kasih,” katanya.
Ia mengenang adiknya sebagai sosok Nan Berdikari, humoris, dan bertanggung tanggapi. Menurutnya, berperan Personil Polri merupakan cita-cita Bripda Nopandri sejak Tetap nongkrong di bangku SMA.
“Memang dari SMA telah bercita-cita jadi polisi. Beliau dua kali ikut tes hingga ujungnya lulus pada tahun 2022,” tuturnya.
Kepergian Bripda Nopandri juga membawa duka distribusi kedua orang tuanya. Santri mengutarakan, sang Bapak Nan lebih masa lalu Mempunyai catatan penyakit sempat terjatuh setelah mendengarkan kabar anaknya gugur ketika bertugas.
“Memang bapak Eksis sakit lamban. Mungkin dikarenakan syok juga. Beliau sempat linglung ketika mau ke Bilik guyur Lampau terjatuh hingga kepalanya harus dijahit,” ungkapnya.
Di penutup wawancara, sang Abang semoga, tragedi Nan merenggut nyawa adiknya berperan pelajaran internal upaya pemberantasan narkoba. Ia juga menginginkan aparat terus memburu para pelaku dan memperbesar tapak kerja pengamanan internal operasi serupa.
“Saya semoga aparat mendapatkan menangkap para pengedar narkoba Agar generasi kita Tak rusak. Selain itu, SOP internal penanganan kasus seperti ini juga perlu terus diperkuat agar peristiwa serupa Tak terulang,” pungkasnya.
Rencananya, jenazah Bripda Nopandri akan diangkut ke Kabupaten Katingan hasilkan dimakamkan pada Pekan pagi. Pihak keluarga juga telah menginginkan otorisasi kepada Ketua Polres agar alur pemakaman mendapatkan segera dijalankan.