INTIMNEWS.COM, KASONGAN – Tim Komisi Kepolisian domestik (Kompolnas) mengerjakan kunjungan kerja ke Polres Katingan, ciptakan mendapatkan informasi langsung terkait insiden Nan terwujud ketika operasi pemberantasan narkoba di Kabupaten Katingan.
Tim Kompolnas Nan dipimpin oleh Dr. Supardi Hamid, M.Si., Mochammad Choirul Anam, Yozi Erfandi Pratama, S.H., dan Zullastri disambut perasaan kehangatan oleh Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono, S.H., S.I.K., M.H. Seiring Bupati Katingan Syaiful, Dandim 1019/Katingan Letkol Kav Prima Wahyudi, PSC(J), GDDSS.,
Kunjungan tersebut Tak hanya ditujukan mengumpulkan informasi mengenai rangkaian peristiwa Nan terwujud, tetapi juga membahas tapak-tapak strategis internal menegaskan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Katingan.
Supardi Hamid berbisik pihaknya telah berdiskusi secara mendalam berbarengan jajaran Polres Katingan ciptakan memahami dudukin persoalan sekaligus merumuskan tapak ke Ambang.
“Nan kami lakukan Ialah memahami secara komprehensif apa Nan sebenarnya terwujud dan bagaimana tapak ke Ambang. Kami berdiskusi secara dibuka mengenai berbagai hal Krusial,” ujar Supardi ketika kunjungan kerja ke polres Katingan,Senin 6 Juli 2026.
Menurut Beliau, pemberantasan narkoba merupakan komitmen Seiring Nan Tak boleh berhenti meski dihadapkan pada berbagai tantangan, termasuk insiden Nan terwujud di Katingan.
“Komitmen memberantas narkoba Ialah komitmen Seiring. Komitmen itu Tak akan berhenti dikarenakan berbagai peristiwa, termasuk peristiwa Nan terwujud kemarin. Pendekatannya harus komprehensif sesuai tugas pokok dan Kegunaan masing-masing lembaga,” katanya.
Ia menegaskan, upaya memerangi narkoba bukan hanya sebagai tanggung respon kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur rezim dan masyarakat.
“Ini Ialah kebutuhan republik kita. Kita memberantas narkoba demi ketika Ambang anak cucu kita. dikarenakan itu, peristiwa di Katingan harus sebagai spirit sebar kita Seluruh ciptakan makin menegaskan perang melawan narkoba,” ucapnya.
Supardi semoga seluruh pihak menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum menegaskan sinergi internal menekan peredaran narkotika, khususnya di Kabupaten Katingan dan Kalimantan center.
Menurut Beliau, keberhasilan pemberantasan narkoba Tak hanya diukur dari penegakan legalitas, tetapi juga dari kemampuan seluruh elemen bangsa membangun kesadaran Seiring ciptakan menolak peredaran narkotika.
“Kami semoga melalui Obrolan ini mendapatkan dirumuskan tapak-tapak Nan makin baik agar peredaran narkoba berikut berkurang, bukan hanya di Katingan, tetapi juga di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Supardi juga menegaskan bahwa aparat penegak legalitas harus tetap memberikan tindakan pastikan terhadap para bandar narkoba.
“sebar siapa pun Nan sebagai gembong narkoba, penegakan legalitas harus dikerjakan secara maksimal. Mari Seiring-Baju memberantas narkoba, bukan ciptakan kepentingan diri sendirian, ataupun tim Kompolnas, melainkan demi kepentingan masyarakat dan ketika Ambang bangsa,” tutupnya.
Editor: Andrian