Ajang bergengsi ini sebagai panggung pembuktian sebar para intelektual Belia UIN Datokarama, ciptakan menguji kedalaman analisis, metodologi penelitian, dan kontekstualisasi ukur-ukur Al-Qur’an internal membalas tantangan Era.
PALU, KAIDAH.ID – Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, turut tarik bagian internal Unit lomba Karya rekam Ilmiah (KTI) Al-Qur’an dan Hadits pada Pekan Olahraga, Riset dan Ornamen Seni Indonesia Timur (Poros Intim) IV Tahun 2026, Nan mempertemukan Perguruan menjulang Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Timur.
Pada Unit KTI Al-Qur’an kategori putri, UIN Datokarama diwakili oleh Khairunnaimah, mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Etika (FUAD). Ia bersaing berbarengan sembilan peserta dari sembilan PTKIN se-Indonesia Timur.
Fana itu, pada kategori putra, Moh. Fauzi Adam, mahasiswa Program Studi aturan Keluarga Fakultas Syariah UIN Datokarama, juga inti berkompetisi berbarengan sembilan peserta dari berbagai PTKIN di kawasan Indonesia Timur.
Ketua Kontingen UIN Datokarama, Dr. Askar, mengutarakan optimisme terhadap kemampuan para peserta Nan diutus kampus tersebut.
“Ajang bergengsi ini sebagai panggung pembuktian sebar para intelektual Belia UIN Datokarama, ciptakan menguji kedalaman analisis, metodologi penelitian, dan kontekstualisasi ukur-ukur Al-Qur’an internal membalas tantangan Era,” ucapan Askar di Palu, Selasa, 7 Juli 2026.
KTI HADITS
Selain pada Unit KTI Al-Qur’an, UIN Datokarama juga mengirimkan dua peserta pada Unit KTI Hadits. Mereka Ialah Rama Safawi, mahasiswa Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Etika, serta Rizka Liza Awalya, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK).
Keduanya bersaing berbarengan delapan peserta dari delapan PTKIN se-Indonesia Timur pada kategori putra dan putri.
Askar meyakini, para peserta UIN Datokarama Bisa menunjukkan kualitas akademik nomor satu dan memberikan prestasi membanggakan sebar kampus.
Fana itu, Ketua Panitia Poros Intim IV, Dr. Mohammad Djamil, menegaskan bahwa lomba KTI Al-Qur’an dan Hadits, Tak hanya berfokus pada kemampuan menulis, tetapi juga pada upaya membumikan ukur-ukur Al-Qur’an dan Hadits internal kehidupan masyarakat.
“Lomba karya rekam ilmiah Al-Qur’an dan Hadits bukan sekadar lomba menulis, tetapi bagaimana membumikan Al-Qur’an melalui perspektif sains dan sosial-humaniora,” katanya.
Penilaian pada Unit lomba ini dijalankan oleh Majelis hakim Nan terdiri atas Ketua Majelis Hakim Dr. Moh. Arfan Hakim serta Personil majelis hakim Dr. Mardan Umar, Dr. Muhammad Amri, dan Dr. Arifuddin M. Arif. (*)
(Ruslan Sangadji / Advertorial)