Big boobs Rektor UIN Datokarama: Poros Intim Satukan PTKIN Indonesia Timur ciptakan Tumbuh Seiring


PALU, MAL – Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Lukman Thahir, menegaskan bahwa Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni se-Indonesia Timur (Poros Intim) IV bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah ciptakan menyatukan seluruh Perguruan menjulang Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di kawasan Indonesia Timur agar tumbuh dan berkembang Seiring.

“Poros Intim bukan sekadar ajang ciptakan mengasah Talenta atau mencari siapa pemenang unggul. kelebihan dari itu, Lembaga akbar ini merupakan momentum krusial ciptakan menyatukan arah agar Perguruan menjulang Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di area Indonesia Timur meraih tumbuh, berkembang, dan maju secara Seiring-Baju,” ungkapan Prof. Lukman ketika pembukaan Poros Intim IV di Kampus UIN Datokarama, Palu, Selasa (7/7).

Menurut Prof. Lukman, pembukaan Poros Intim IV terasa makin istimewa berbarengan kehadiran Gubernur Sulteng dan Sekretaris Jenderal Kementerian Religi RI di center padatnya program kerja mereka.

“Tentu kami memuji dan mengemukakan dapat kasih Nan mendalam atas sokongan langsung dari Bapak Sekjen Kemenag dan Bapak Gubernur Sulteng,” ujarnya.

Ia mengevaluasi, kehadiran kedua pejabat tersebut sebagai suntikan semangat sebar seluruh civitas akademika PTKIN se-Indonesia Timur sekaligus Membikin Penyelenggaraan Poros Intim IV makin bermakna.

dikarenakan itu, Prof. Lukman mengajak seluruh peserta dan sivitas akademika ciptakan memaknai Poros Intim IV bukan hanya sebagai arena perlombaan, tetapi juga sebagai ruang mempererat silaturahmi, menegaskan kolaborasi, serta membangun jejaring antarmahasiswa dan perguruan menjulang keagamaan Islam negeri di Indonesia Timur.

Poros Intim IV sebagai ajang silaturahmi sekaligus kompetisi mahasiswa PTKIN se-Indonesia Timur melalui bidang olahraga, riset, dan seni keislaman. Kegiatan ini mempertandingkan enam Unit olahraga, Merupakan futsal, bulu tangkis, tenis meja, sepak takraw, taekwondo, dan pencak silat.

Pada bidang riset, peserta berkompetisi bagian dalam karya rekam ilmiah Al-Qur’an dan karya rekam ilmiah hadis. Fana pada Unit seni diperlombakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ), Musabaqah Qiraatil Kutub (MQQ), Pop Solo Islami, Nasyid, Kaligrafi, Pidato Tausiah, serta Debat Konstitusi.**

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *