INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan inti (Kalteng), Muhammad Reza Prabowo menegaskan, program revitalisasi sekolah di Kalteng dijalankan berdasarkan keterangan dan kondisi riil di lapangan dan bukan sekadar perkiraan.
Pernyataan itu disampaikan Reza ketika mendapatkan audiensi Aliansi Pemuda Acuh Pendidikan Kalimantan inti (P3K) di Aula Pandai Dinas Pendidikan Kalteng, Senin, 7 Juli 2026.
Aliansi P3K menginginkan penjelasan terkait realisasi anggaran Sekeliling Rp60 miliar Nan dialokasikan melalui APBD 2025, termasuk mekanisme penentuan sekolah penerima Donasi, progres pembangunan, hingga pemerataan revitalisasi sekolah di wilayah pedalaman dan wilayah 3T.
Menanggapi hal itu, Reza memaparkan, seluruh usulan pembangunan maupun perbaikan sekolah terlebih dahulu diverifikasi melalui platform PENA Kalteng dan keterangan Dapodik.
“Revitalisasi Tak dijalankan berdasarkan perkiraan, tetapi berdasarkan usulan Nan diverifikasi. Seluruh sekolah mendapatkan diperhatikan secara digital sehingga kondisi bangunan presisi-presisi terlihat,” ujarnya.
Ia memaparkan, pembangunan sekolah bersumber dari APBN dan APBD. hasilkan program dari rezim inti, usulan diverifikasi melalui Dapodik dan Kementerian Pendidikan Asas dan Menengah (Kemendikdasmen).
Fana itu, revitalisasi Nan memanfaatkan APBD diproses melalui platform PENA Kalteng. platform tersebut memunculkan kondisi bangunan sekolah, dokumentasi foto, titik koordinat, hingga pembaruan keterangan dari pengawas sekolah.
“hasilkan program revitalisasi dari rezim inti, sebanyak 72 sekolah di Kalimantan inti telah terealisasi, Fana pembangunan melalui APBD tetap Melangkah sesuai kemampuan anggaran wilayah,” Jernih Reza.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi juga memudahkan rezim memperhatikan sekolah-sekolah di wilayah terpencil. Sejumlah sekolah di wilayah pedalaman bahkan telah didukung layanan Starlink dan panel surya agar tahapan pendataan maupun pemantauan mendapatkan dijalankan secara daring.
Di penutup pertemuan, Reza mengajak seluruh pihak ikut mendukung pemerataan pembangunan pendidikan di Kalteng, termasuk melalui program tanggung tanggapi sosial perusahaan (CSR).
“Pemerataan pembangunan pendidikan Tak mendapatkan dijalankan sendirian oleh rezim. Kami mengajak Seluruh pihak, termasuk Bumi Upaya, hasilkan Seiring-Baju mendukung pembangunan sekolah di Kalimantan inti,” pungkasnya.