INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kepolisian area (Polda) Kalimantan inti (Kalteng) berikut memperbaiki penyidikan kasus penyerangan Nan menewaskan tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan ketika menggerebek network narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan inti.
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Iwan Kurniawan berbisik, sebanyak sembilan orang terduga pelaku telah dikendalikan. “susut kelebihan sembilan orang telah kita amankan dan kita lakukan penangkapan,” ungkapan Iwan, Sabtu, 11 Juli 2026.
Ia menerangkan, ketika ini Konsentrasi penyidik Ialah memburu seluruh pihak Nan diperkirakan terlibat internal penyerangan tersebut. alur penangkapan juga mendapat sokongan dari sejumlah satuan di Mabes Polri, termasuk Bareskrim, Direktorat IV, Resmob, Siber, serta kepolisian di Kalimantan Timur.
“ketika ini kita telah Konsentrasi ke internal penangkapan pelaku. Kami mendapat sokongan dari Mabes Polri, Siber, Bareskrim, Direktorat IV, Resmob, serta bekerja Baju berbarengan kepolisian di Kalimantan Timur ciptakan melaksanakan penangkapan terhadap para pelaku,” ujarnya.
sebelum itu, tim gabungan Subdirektorat IV dan Satgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri menangkap tiga terduga pelaku, Merupakan BIO, Perie, dan Ramblan alias Busu, di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis, 9 Juli 2026.
Berdasarkan informasi Nan dihimpun, BIO dan Ramblan merupakan Kerabat kandung Saldy, Nan kelebihan sebelumnya ditentukan sebagai tersangka. Selain Saldy, penyidik juga telah memutuskan Robi, Yadi, N, dan L sebagai tersangka internal perkara tersebut.
Terbaru, Esa orang lainnya dikatakan telah dikendalikan sehingga jumlah berperan sembilan orang. Terkait pemberitaan Nan beredar, orang tersebut diperkirakan seorang Wanita berinisial D. Namun Kapolda enggan menegaskan identitasnya secara Formal.
Kasus ini bermula ketika personel Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei pada 2 Juli 2026.
Operasi tersebut berujung penyerangan Nan menyebabkan Aiptu Anumerta Yudhi Perdana Putra gugur di Letak, Fana Bripda Anumerta Nopandri Ramadhana dan Ipda Anumerta Sumariyanto sempat dinyatakan Lenyap sebelum terdeteksi meninggal Bumi di aliran Sungai Katingan.
Editor: Andrian