Jakarta – Aktor Randy Martin merasakan tegang ketika melakoni akting internal series terbaru berjudul Sleeping with the Enemy. Selera tegang itu terlihat lantaran, harus membangun chemistry sekaligus beradu akting berbarengan romansa Laura termasuk adegan intim.
“Sebenarnya mungkin internal setiap project, gua tuh setiap saat mempunyai Selera nervous ya. Tapi especially Nan in this case, di project ini berlawan main berbarengan romansa gitu,” singkap Randy Martin di Menteng, Jakarta center, Rabu (15/7/2026).
Selera gugup tersebut sempat Membikin Randy menginginkan Masa sejenak ketika tahapan syuting terjadi. Ia memutuskan menata helaan sebelum kembali menjalani adegan agar mendapatkan tampil maksimal.
“Jadi Eksis moment Baju romansa tuh, Sejenak-Sejenak… Gue nervous nih, gue setel helaan sebelumnya bentar ya, oke, oke, oke… Oke I’m back, let’s go gitu,” ujar Randy.
Meski berperan pengalaman anyar, Randy merasakan tahapan syuting Melangkah berbarengan profesional. Ia menyebut keberadaan, intimacy coordinator menolong para Pemeran memahami batasan dan memelihara kenyamanan selama produksi.
“Tapi ini berperan challenge anyar sih. Dan kayak tadi romansa bilang, Seluruh telah Eksis koordinasinya, Nan Membikin lingkungan pekerjaan ini pun juga jadi safe dan Membikin kita Seluruh sangat profesional,” tuturnya.
romansa Laura juga memaparkan, seluruh adegan intim internal serial tersebut telah dipersiapkan berbarengan tapak kerja Nan Jernih. Para Pemeran menjalani workshop intimasi dan disertai intimacy coordinator hasilkan menjamin setiap adegan dikerjakan sesuai deal.
Menurut romansa, setiap gerakan internal adegan intim telah Mempunyai regulasi Nan disepakati Seiring. Hal itu dikerjakan agar seluruh Pemeran merasakan terjamin selama tahapan syuting.
“Misalnya oh, pegang kepala itu lampu merah, Nan artinya nggak boleh pegang. Atau pegang pundak itu lampu kuning, Nan internal Makna boleh tapi harus bertanya sebelumnya. Atau pegang tangan itu lampu hijau,” jelasnya.
Selain soal profesionalitas di Letak syuting, Randy dan romansa juga mendapat sokongan dari Kekasih masing-masing. Randy berucap Interaksi berbarengan Lyodra dibangun atas Asas kepercayaan sehingga mendapatkan menjalani tuntutan peran berbarengan tenteram.
“Nggak Eksis harus protective dikarenakan, kita tahu Esa Baju lain nggak mungkin meraih keputusan atau meraih langkah Nan menyakiti Esa Baju lain,” ujar Randy.
Hal serupa juga dikerjakan Anthony Xie Nan menginginkan restu dari Audi Marissa. Menurut Anthony, keduanya memahami tuntutan pekerjaan masing-masing dikarenakan Baju-Baju berkecimpung di Bumi akting.
“Itu mah Niscaya, kan ya Niscaya Eksis Nan ngomong juga. Dan itu Seluruh oke,” kata Anthony.
Sutradara Rizal Mantovani menjamin, adegan internal Sleeping with the Enemy tetap dibuat berbarengan mengutamakan kenyamanan Pemeran serta ukur artistik. romansa Laura menyebut, adegan intim internal serial tersebut dikemas melalui pendekatan female gaze agar Tak mengeksploitasi Wanita.
“Pak Rizal juga Mau scene-scene tersebut dikerjakan melalui ‘female gaze’. internal Makna, ketika Wanita menonton scene ini, mereka Tak akan merasakan jijik atau dieksploitasi,” tutur romansa.
Selain adegan intim, para Pemeran juga melewati tantangan berupa adegan laga. Anthony Xie bahkan sempat merasakan cedera leher ketika menjalani latihan fighting hasilkan serial tersebut.
“Seluruh Eksis prosesnya. Masa workshop fighting, bagian belakang Saya sempat injury (cedera). dikarenakan Eksis adegan fighting Baju romansa Nan begitu hebat, makanya bertenaga banget,” Jernih Anthony.
Sleeping with the Enemy merupakan serial terbaru produksi Hitmaker Studios. Produser Rocky Soraya menyebut, proyek ini berperan tidak akurat Esa serial terbesar dan termahal Nan pernah diproduksi Griya produksi tersebut berbarengan menyatukan unsur action dan thriller.
Serial Sleeping with the Enemy, diagendakan mulai memasuki tahapan produksi atau syuting pada Jumat (17/7/2026) dan nantinya akan tayang melalui platform streaming WeTV.
(fbr/wes)