INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – wewenang Provinsi (Pemprov) Kalimantan inti (Kalteng) mulai mempercepatkan Penyelenggaraan program Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) 2026. Tahun ini, Kalteng mendapat Sasaran pengembangan pertanian modern seluas 14.017 hektare hasilkan mendukung swasembada pangan dalam negeri.
Sasaran tersebut dibahas internal Rapat Koordinasi Percepatan Penyelenggaraan PM-AAS Nan digelar Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (TPHP) Provinsi Kalteng, pada Selasa, 21 Juli 2026.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Anang Dirjo berucap, wewenang provinsi menyambut berkualitas program Nan dijalankan Kementerian Pertanian dikarenakan dinilai Bisa mendorong produktivitas sektor pertanian.
“Atas sebutan wewenang Provinsi Kalimantan inti, kami mengutarakan apresiasi dan menyambut berkualitas berbagai program Kementerian Pertanian internal mendukung percepatan swasembada pangan dalam negeri,” ungkapan Anang.
Menurutnya, PM-AAS sebagai keliru Esa jejak Krusial internal mendorong transformasi pertanian melalui penerapan teknologi, mekanisasi, dan tata tata Nan kelebihan modern.
“PM-AAS sebagai keliru Esa program strategis Nan diyakini Bisa menaikkan produktivitas pertanian sekaligus menguatkan daya saing sektor pangan,” ujarnya.
Anang menegaskan, Pemprov Kalteng sedia mendukung Penyelenggaraan program tersebut. Selain menaikkan output produksi, PM-AAS juga diharapkan Bisa menaikkan kesejahteraan petani dan menguatkan letak Kalteng sebagai keliru Esa lumbung pangan dalam negeri.
Ia berucap, Sasaran pengembangan seluas 14.017 hektare sebagai tantangan Nan harus dicapai Seiring seluruh pemangku kepentingan.
“Sasaran tersebut hanya mendapatkan dicapai melalui sinergi Nan tangguh antara wewenang inti, wewenang area, Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian Kalimantan inti, penyuluh pertanian, pelaku Upaya, dan seluruh pemangku kepentingan,” ucapnya.
Anang menyebut, kolaborasi itu perlu dibarengi berbarengan penerapan teknologi budidaya modern, penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta pendampingan Nan berkelanjutan kepada petani.
“berbarengan penerapan teknologi budidaya modern, penggunaan benih unggul, mekanisasi pertanian, serta pendampingan Nan berkesinambungan, kita optimistis produktivitas hingga 10 ton gabah per hektare mendapatkan diwujudkan,” tambahnya.
Ia mengevaluasi, sektor pertanian Mempunyai peran Krusial internal mendorong pertumbuhan ekonomi area, menguatkan ketahanan pangan, sekaligus memasuki lapangan kerja sebar masyarakat.
dikarenakan itu, Anang mengajak seluruh dinas Nan membidangi pertanian di kabupaten dan kota, penyuluh, Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian, serta pelaku Upaya hasilkan menguatkan koordinasi agar Penyelenggaraan program Melangkah sesuai Sasaran.
“berbarengan kerja Baju, komitmen, dan semangat gotong royong, Saya iman penuh Sasaran Nan telah ditentukan mendapatkan kita peroleh berbarengan berkualitas demi mendukung ketahanan pangan dan kemajuan sektor pertanian Kalimantan inti,” tutupnya.
Editor: Andrian