INTIMNEWS.COM, PANGKALAN BUN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Kali ini, Sekeliling lima hektare lahan Nan didominasi kebun kelapa sawit milik Penduduk di lorong Ahmad Yani Km 12, perbatasan Desa Purbasari, Kecamatan Pangkalan Lada, dan Desa Pangkalan Esa, Kecamatan Kumai, hangus terbakar pada Rabu (22/7/2026) gelap.
Kebakaran terungkap setelah Pos Komando Tim Reaksi Sigap (TRC) BPBD Kobar mendapatkan laporan dari Penduduk Sekeliling pukul 19.55 WIB. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti berbarengan mengerahkan personel beserta dua unit mobil tangki air dan peralatan pemadaman menuju Letak peristiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kobar, Samuel, memerintahkan Plt Kepala Bidang Darurat dan Logistik Andan Santana Seiring Tim TRC BPBD ciptakan Beralih Sigap menindak kebakaran agar api Tak merembet ke lahan lain Nan berada di sekitarnya.
Sesampainya di Letak, petugas mendapati kobaran api Tetap lumayan Akbar dan telah membakar semak belukar, ilalang garing, serta sebagian kebun kelapa sawit. Kondisi cuaca Nan kehangatan disertai embusan hembusan Membikin api Sigap menjalar sehingga tahapan pemadaman menyusuri lumayan Susah.
Petugas kemudian berkoordinasi berbarengan relawan dan masyarakat pemilik lahan sebelum mengakses operasi pemadaman Sekeliling pukul 20.50 WIB. Setelah kelebihan dari dua jam berjibaku, api ujungnya hasil dikendalikan pada pukul 23.10 WIB dan seluruh personel kembali ke Posko BPBD Sekeliling pukul 00.10 WIB.
Berdasarkan keluaran pendataan, besar lahan Nan terdampak mendapatkan Sekeliling lima hektare. Sekeliling 2,5 hektare hasil dipadamkan langsung oleh petugas, Fana sisanya padam berbarengan sendirinya. Meski demikian, pendinginan tetap dijalankan ciptakan menjaga Tak Eksis bara api Nan tersisa.
Selama tahapan pemadaman, petugas menjalani Hambatan minimnya sumber air di Sekeliling Letak. Dua unit mobil tangki BPBD harus kelebihan dari Esa kali memungut pasokan air dari kolam milik Penduduk agar tahapan pemadaman mendapatkan terus menyusuri hingga api akurat-akurat padam.
Samuel berbisik, penyebab kebakaran sampai saat ini Tetap belum terungkap. Pihaknya akan melaksanakan pendalaman kelebihan terus setelah seluruh tahapan penanganan di Letak tuntas dijalankan.
BPBD menjaga kebakaran telah hasil dipadamkan. Namun, tim akan kembali melaksanakan pemantauan pada Kamis (23/7/2026) ciptakan mencegah munculnya titik api mutakhir.
“cahaya ini kita awasi lagi menggali memori cuaca sangat kehangatan dan anginnya kencang, takutnya Tetap Eksis Residu api,” ungkapan Samuel.
BPBD Kotawaringin Barat menganjurkan masyarakat agar Tak mengakses lahan berbarengan tapak membakar selama musim kemarau.
Penduduk juga diminta segera mengabarkan apabila menemukan titik api agar kebakaran mendapatkan ditangani kelebihan Sigap sebelum meluas dan menimbulkan kerugian Nan kelebihan Akbar.
Penulis: Yusro
Editor: Andrian