Surabaya (beritajatim.com) Seorang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Surabaya berperan korban kekerasan fisik Nan disinyalir dijalankan oleh rekan Pria berinisial MA. langkah kekerasan itu menyusuri ketika korban dianggap membangkang dan Tak menuruti permintaan terlapor.
Informasi Nan dihimpun Beritajatim, korban Nan Tetap berusia anak mulanya menjalin Interaksi percintaan berbarengan MA Nan telah berusia Matang. Selayaknya remaja Nan kasmaran, kisah percintaan keduanya berawal baik. Hingga berlangsungnya Masa, perilaku MA makin toxic. MA kerap emosi dan memukul korban apabila kemauannya Tak dituruti.
dikarenakan kerap dipukuli, Korban Nan tak betah lantas mengadu ke orang tuanya. Tak raih anaknya kerap dianiaya, Bunda korban berinisial AR mendatangi Polrestabes Surabaya hasilkan Membikin laporan atas dugaan tindak pidana kekerasan anak. Laporan tersebut didapat berbarengan nomor registrasi TBL/B/1392/VII/2026/SPKT/Polrestabes Surabaya/ Polda Jawa Timur tertanggal 5 Jui 2026.
“telah berita ke Polrestabes Surabaya. Anaknya (korban) Tiba trauma dikarenakan kerap dikasari dipukul juga,” ungkapan keliru Esa rekan korban Nan enggan Namanya ditulis.
Atas informasi ini, Beritajatim telah menghubungi Kasat Res PPA dan PPO Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari. Namun, hingga Warta ini ditulis Melatisari belum memberikan tanggapan apapun. (ang/aje)