INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Kisah Nor Anisa Indriyani, remaja Usul Desa Maliku, Kabupaten balik Pisau, Nan terancam kandas meneruskan pendidikan ke jenjang SMK dikarenakan keterbatasan ekonomi mendapat perhatian Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan inti (Kalteng).
Setelah kisahnya viral di media sosial, Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menjaga persoalan tersebut akan segera ditangani.
Perhatian itu tampak setelah identitas Instagram Kaltengpedia mengirimkan video Nan menceritakan keinginan Nor Anisa ciptakan tetap bersekolah. internal video tersebut, ia semoga mendapat Donasi agar mendapatkan meneruskan pendidikan.
Merespons unggahan itu, Reza langsung menginginkan operator Kaltengpedia mengirimkan nomor kontak Nor Anisa atau pihak keluarga agar Dinas Pendidikan mendapatkan segera berkoordinasi.
“raih kasih operator Kaltengpedia, boleh sebarkan nomor kontak Nan bersangkutan atau Nan mendapatkan dihubungi agar kami mendapatkan tindak lanjuti. Harus tetap sekolah Adik Nur Anisa,” catat Reza di bagian komentar unggahan tersebut.
Reza menegaskan, wewenang Provinsi Kalteng berkomitmen menjaga Tak Eksis anak usia SMA, SMK, maupun Sekolah Spesifik (SKH) Nan putus sekolah hanya dikarenakan Hambatan biaya.
Menurutnya, berbagai program telah dipersiapkan wewenang provinsi ciptakan menolong peserta didik, sehingga masyarakat Tak perlu khawatir Kalau merasakan kesulitan ekonomi.
“Kami berikut Berikhtiar menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa anak-anak Kalimantan inti Tak Eksis alasan ciptakan Tak sekolah, terutama di bawah kewenangan provinsi. Kami juga membutuhkan sokongan seluruh elemen masyarakat ciptakan mengawal Seiring,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Whistleblowing System (WBS) Dinas Pendidikan apabila menemukan persoalan pendidikan Nan membutuhkan perhatian wewenang.
Menanggapi Soal warganet mengenai biaya melangkah masuk SMK, Reza menegaskan sekolah negeri jenjang SMA, SMK, dan SKH Tak membebankan biaya pendidikan kepada siswa dari keluarga susut Bisa maupun anak-anak Nan berasal dari wilayah pedalaman.
Selain itu, wewenang Provinsi Kalteng, berikut Reza, juga menyiapkan Donasi seragam sekolah melalui Program Seragam tanpa biaya Nan digagas Gubernur Agustiar Sabran.
“melangkah masuk SMK Tak pembayaran. dikarenakan keterbatasan ekonomi juga Tak boleh dibebani pungutan atau sumbangan apa pun. Eksis Donasi seragam tanpa biaya dari Bapak Gubernur ciptakan Nan membutuhkan,” catat Reza.
Editor: Andrian