Big boobs cowok ditangani Usai Bakar Eks Dayak Pos UPR, Polisi bongkar Faktanya – Intim News


INTIMNEWS.COM, PALANGKA RAYA – Polisi menjaga seorang cowok berinisial J (43) Nan disinyalir membakar lahan dan bangunan eks Dayak Pos di kawasan Universitas Palangka Raya (UPR) Nan terwujud pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Kasat Reskrim Polresta Palangka Raya, AKP Eka Palti Arie Putra Hutagaol berucap, berdasarkan pemeriksaan mula terhadap sejumlah saksi dan J, tindakan pembakaran disinyalir dijalankan seorang diri.

bagian dalam penyelidikan, polisi juga mendapat keterangan dari keluarga, ketua RT, dan Penduduk Sekeliling mengenai kondisi J. Mereka menyebut cowok tersebut kerap berhalusinasi dan berbicara Tak menentu.

“Menurut keterangan RT, Bunda kandung, dan tetangganya, Nan bersangkutan memang sering mengigau dan berhalusinasi. tidak akurat Esa hal Nan sering diucapkannya Ialah kalau Tak membakar, Malah dirinya Nan akan terbakar,” ucapan Eka, Jumat, 14 Agustus 2026.

Polisi menduga J memasuki pembakaran memakai ban bekas. Ban tersebut dibakar kemudian dilemparkan ke Letak hingga menyebabkan kebakaran.

Dari pemeriksaan Fana, Eka berucap Tak terungkap indikasi motif ekonomi maupun kenegaraan di balik peristiwa tersebut. J mengaku mengerjakan pembakaran dikarenakan merasakan halusinasi.

“Motifnya bukan dikarenakan persoalan ekonomi maupun kenegaraan. Pelaku mengaku membakar ban bekas kemudian melemparkannya ke Letak peristiwa. dikarenakan kondisi halusinasi, pelaku meyakini kawasan tersebut dipenuhi hantu sehingga harus dibakar,” ujarnya.

Polisi juga mendapati J bagian dalam kondisi Tak normal ketika ditangani. Ia diungkap telah mengonsumsi Sekeliling 30 saset Penawar batuk Komix. Kondisi tersebut Membikin keterangannya berubah-ganti sehingga polisi Tak menjadikannya sebagai Esa-satunya Asas penyelidikan.

“Ketika diajak berbicara, keterangannya Tak konsisten dan cenderung mengigau. dikarenakan itu, informasi Nan disampaikan Tak meraih dijadikan Asas tak memakai didukung keterangan dari keluarga maupun lingkungan Sekeliling,” Jernih Eka.

ciptakan menjaga kondisi kejiwaannya, J kemudian diangkut ke Griya Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei Palangka Raya ciptakan menjalani observasi psikiatri. berdua demikian, kondisi kejiwaan J Tetap mengharap output pemeriksaan tenaga profesional dan belum meraih ditarik hanya berdasarkan keterangan keluarga maupun Penduduk.

Pasang Iklan

Polisi juga menginginkan keluarga memperbesar kontrol terhadap J ciptakan mencegah peristiwa serupa Nan meraih membahayakan dirinya maupun orang lain.

“Kami telah mengutarakan kepada keluarganya agar Nan bersangkutan dirawat berdua berkualitas. Jangan Tiba ke Ambang mengerjakan tindakan Nan meraih membahayakan orang lain,” pungkas Eka.

Editor: Andrian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *